Eep Saefulloh Ungkap 5 Modus Pencurian Suara Pemilu 2024

Kamis, 14 Maret 2024 - 06:51 WIB
Pendiri Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan lima modus pencurian suara pada Pemilu 2024. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Pendiri Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan lima modus pencurian suara pada Pemilu 2024. Dari kelima modus pencurian suara itu, kata dia, ada yang tidak masuk akal, mengherankan, serta menggunakan cara lama.

Eep mengungkapkan modus yang pertama adalah penggelembungan suara melebihi 102% dari daftar pemilih tetap (DPT) di tempat pemungutan suara (TPS). Dia menjelaskan kelebihan surat suara secara nasional yakni 2% dari seluruh jumlah DPT dan diturunkan ke seluruh TPS.



Ini berarti kertas suara suara pada setiap TPS jumlahnya adalah 102%. 100% sesuai DPT dan 2% daftar pemilihan tambahan (DPTB). “Pada kenyataanya jumlah pemilih tidak sampai 100%, sehingga cadangan suara untuk DPTb itu lebih dari 2%," kata Eep dikutip dari kanal YouTube Keep Talking, Kamis (14/3/2024).

Baca juga: Eep Saifulloh Sebut Class Action Bisa Jadi Opsi Buktikan Dugaan Kejanggalan Pemilu 2024
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!