Ketua MUI Bicara Perlunya Menjaga Kekondusifan Usai Pemilu 2024
Selasa, 12 Maret 2024 - 18:10 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh bicara perlunya menjaga kekondusifan usai Pemilu 2024. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh bicara perlunya menjaga kekondusifan usai Pemilu 2024. Menurutnya, di bulan Ramadan seperti sekarang ini semua pihak tanpa kecuali harus terus menjaga kekondusifan caranya dengan berperilaku jujur, disiplin, dan menjaga lisan.
“Perlu menjaga kondusivitas saat Ramadan ini dengan perilaku jujur, disiplin dan kemampuan menjaga lisan,” ujarnya dihubungi wartawan, Selasa (12/3/2024).
Guru Besar UIN Jakarta ini juga mengusulkan adanya agenda silaturahmi nasional seluruh tokoh politik usai Pemilu 2024. Hal tersebut dilakukan sebab saat ini momentumnya adalah bulan Ramadan.
Baca juga: Ramadan 2024, Elite Politik Diajak Perbaiki Hubungan
“Silaturahmi seluruh elemen untuk merajut kembali kebersamaan guna membangun bangsa secara bersama dengan semangat persatuan,” ujar Asrorun.
Dia menuturkan, puasa mengajarkan semua orang untuk mampu mengendalikan diri dari ucapan kotor, saling curiga dan penyebaran hoaks, serta ujaran kebencian. Selain itu, kata dia, puasa juga mengajarkan kejujuran dan kedisiplinan, serta haram melakukan tindak penipuan.
“Perlu menjaga kondusivitas saat Ramadan ini dengan perilaku jujur, disiplin dan kemampuan menjaga lisan,” ujarnya dihubungi wartawan, Selasa (12/3/2024).
Guru Besar UIN Jakarta ini juga mengusulkan adanya agenda silaturahmi nasional seluruh tokoh politik usai Pemilu 2024. Hal tersebut dilakukan sebab saat ini momentumnya adalah bulan Ramadan.
Baca juga: Ramadan 2024, Elite Politik Diajak Perbaiki Hubungan
“Silaturahmi seluruh elemen untuk merajut kembali kebersamaan guna membangun bangsa secara bersama dengan semangat persatuan,” ujar Asrorun.
Dia menuturkan, puasa mengajarkan semua orang untuk mampu mengendalikan diri dari ucapan kotor, saling curiga dan penyebaran hoaks, serta ujaran kebencian. Selain itu, kata dia, puasa juga mengajarkan kejujuran dan kedisiplinan, serta haram melakukan tindak penipuan.
Lihat Juga :