Kakorlantas Polri Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2024 Naik Jadi 136,7 Juta
Selasa, 05 Maret 2024 - 10:24 WIB
"Kita melakukan survei kesiapan jalur, operasional, personel dan seluruh saran dan prasarana. Sehingga kita bisa memitigasi, memetakan hambatan-hambatan apa yang mungkin timbul selama Operasi Ketupat 2024 nanti,"ucapnya.
Pada tahun ini, pihaknya akan membagi empat kluster tempat yang menjadi perhatian seperti jalan tol, rest area, arteri jalan, jalan wisata hingga penyeberangan. Untuk jalan tol, Irjen Pol Aan memperkirakan akan terjadi hambatan karena tahun lalu terjadi peningkatan jumlah kendaraan roda empat untuk mudik Lebaran.
Baca juga: Mudik 2024 Tol Jakarta-Merak Berlakukan Delay System, Korlantas: Buffer Zone di KM 43 dan 68
"Yang menjadi primadona Jabodetabek menggunakan tol kalau aman lancar inysaallah di arteri lancar. Dari survei kemarin jalan tol sendiri masih ada beberapa hambatan,"ucapnya.
Kemudian, rest area masih menjadi trouble spot. Irjen Pol Aan mengaku tengah berupaya untuk mengelolanya. "Ketika puncak mudik, arus kendaraan sekitar 2 juta di jalan tol semua masuk rest area. Kita melakukan pengaturan, seringkali yang kita lakukan belum bisa menjadi solusi untuk penanganan rest area,"katanya.
Pada tahun ini, pihaknya akan membagi empat kluster tempat yang menjadi perhatian seperti jalan tol, rest area, arteri jalan, jalan wisata hingga penyeberangan. Untuk jalan tol, Irjen Pol Aan memperkirakan akan terjadi hambatan karena tahun lalu terjadi peningkatan jumlah kendaraan roda empat untuk mudik Lebaran.
Baca juga: Mudik 2024 Tol Jakarta-Merak Berlakukan Delay System, Korlantas: Buffer Zone di KM 43 dan 68
"Yang menjadi primadona Jabodetabek menggunakan tol kalau aman lancar inysaallah di arteri lancar. Dari survei kemarin jalan tol sendiri masih ada beberapa hambatan,"ucapnya.
Kemudian, rest area masih menjadi trouble spot. Irjen Pol Aan mengaku tengah berupaya untuk mengelolanya. "Ketika puncak mudik, arus kendaraan sekitar 2 juta di jalan tol semua masuk rest area. Kita melakukan pengaturan, seringkali yang kita lakukan belum bisa menjadi solusi untuk penanganan rest area,"katanya.
Lihat Juga :