Ganjar-Mahfud Menang Telak di Amerika Serikat dan Kanada
Sabtu, 24 Februari 2024 - 23:00 WIB
Baca Juga: Diaspora di Amerika Serikat dan Kanada Siap Menangkan Ganjar-Mahfud
Adanya hasil yang memuaskan ini juga disebabkan karena warga terus mengikuti proses pemilu di Indonesia. Bahkan, sejak peristiwa kelam di Mahkamah Konstitusi (MK), mereka juga bekerja ekstra keras untuk mengawal proses Pemilu 2024 dari awal sampai akhir. Salah satu PPLN di AS, tepatnya di New York, bahkan sempat mendapat masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda yang sempat dilaporkan oleh organisasi nirlaba Migrant Care ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Teddy Muaja, mantan Ketua PDIP Amerika Serikat yang juga bertindak sebagai salah satu Koordinator Saksi PDIP dan TPLN USA menjelaskan, seluruh anggota tim menjaga seluruh proses Pemilu 2024 ini dari awal sampai akhir. "Dari persiapan saksi, menjaga suara, dari kegiatan pencoblosan awal di KSK - KSK sampai pencoblosan langsung dan penghitungan dari pantai barat sampai pantai timur, kami ikuti semua. Terlebih lagi setelah tanggal pencoblosan awal beredar hoaks bahwa ada paslon tertentu yang konon telah memenangkan pilpres ini di AS sebelum proses penghitungan terjadi,” ujarnya.
Teddy juga mengajak agar semua pihak, yang di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk tetap mengawasi penghitungan suara dan tetap memantau hasil rekapitulasi suara sampai selesai, serta segera melaporkan jika menemukan dugaan kecurangan.
"Hasil penghitungan di Indonesia kali ini penuh dengan anomali. Namun saya bangga, kita di sini tetap berpegang teguh pada pemimpin yang bermoral dan beretika, hasil di sini adalah murni suara hati masyarakat Indonesia di Amerika dan Kanada," kata Teddy.
Monica Nathan, Ketua Board of Advisor TPLN USA sekaligus Ketua Dewan Pembina jaringan World for Ganjar-Mahfud dari Chicago, Illinois, yang keluarganya merupakan korban langsung peristiwa 1998 menyatakan bahwa Pemilu 2024 kali ini bukan lagi soal siapa yang menang dan kalah.
"Sejak peristiwa MK, kita sudah dapat sedikit banyak menebak akhirnya. Karena itu, hasil di Amerika Serikat dan Kanada ini adalah untuk membuktikan bahwa masyarakat Indonesia masih ada yang berpikir waras, masih ada yang menjunjung tinggi etika dan moral yang semakin tergerus," tegasnya.
Kemenangan Ganjar-Mahfud juga disambut gembira di benua lainnya. "Rekan-tekan dari jaringan kami Eropa for Ganjar-Mahfud dan Australia for Ganjar-Mahfud juga telah mengonfirmasi kemenangan Mas Ganjar dan Prof Mahfud di beberapa negara di Eropa (Austria (45,52%), Belanda (47,02%), Belgia (44,79%), Norwegia (41,97%), Prancis (45,23%), Spanyol (44,50%), dan Swedia (45,17%)), serta Australia (47.27%)," jelas Monica.
Adanya hasil yang memuaskan ini juga disebabkan karena warga terus mengikuti proses pemilu di Indonesia. Bahkan, sejak peristiwa kelam di Mahkamah Konstitusi (MK), mereka juga bekerja ekstra keras untuk mengawal proses Pemilu 2024 dari awal sampai akhir. Salah satu PPLN di AS, tepatnya di New York, bahkan sempat mendapat masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda yang sempat dilaporkan oleh organisasi nirlaba Migrant Care ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Teddy Muaja, mantan Ketua PDIP Amerika Serikat yang juga bertindak sebagai salah satu Koordinator Saksi PDIP dan TPLN USA menjelaskan, seluruh anggota tim menjaga seluruh proses Pemilu 2024 ini dari awal sampai akhir. "Dari persiapan saksi, menjaga suara, dari kegiatan pencoblosan awal di KSK - KSK sampai pencoblosan langsung dan penghitungan dari pantai barat sampai pantai timur, kami ikuti semua. Terlebih lagi setelah tanggal pencoblosan awal beredar hoaks bahwa ada paslon tertentu yang konon telah memenangkan pilpres ini di AS sebelum proses penghitungan terjadi,” ujarnya.
Teddy juga mengajak agar semua pihak, yang di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk tetap mengawasi penghitungan suara dan tetap memantau hasil rekapitulasi suara sampai selesai, serta segera melaporkan jika menemukan dugaan kecurangan.
"Hasil penghitungan di Indonesia kali ini penuh dengan anomali. Namun saya bangga, kita di sini tetap berpegang teguh pada pemimpin yang bermoral dan beretika, hasil di sini adalah murni suara hati masyarakat Indonesia di Amerika dan Kanada," kata Teddy.
Monica Nathan, Ketua Board of Advisor TPLN USA sekaligus Ketua Dewan Pembina jaringan World for Ganjar-Mahfud dari Chicago, Illinois, yang keluarganya merupakan korban langsung peristiwa 1998 menyatakan bahwa Pemilu 2024 kali ini bukan lagi soal siapa yang menang dan kalah.
"Sejak peristiwa MK, kita sudah dapat sedikit banyak menebak akhirnya. Karena itu, hasil di Amerika Serikat dan Kanada ini adalah untuk membuktikan bahwa masyarakat Indonesia masih ada yang berpikir waras, masih ada yang menjunjung tinggi etika dan moral yang semakin tergerus," tegasnya.
Kemenangan Ganjar-Mahfud juga disambut gembira di benua lainnya. "Rekan-tekan dari jaringan kami Eropa for Ganjar-Mahfud dan Australia for Ganjar-Mahfud juga telah mengonfirmasi kemenangan Mas Ganjar dan Prof Mahfud di beberapa negara di Eropa (Austria (45,52%), Belanda (47,02%), Belgia (44,79%), Norwegia (41,97%), Prancis (45,23%), Spanyol (44,50%), dan Swedia (45,17%)), serta Australia (47.27%)," jelas Monica.
(zik)
Lihat Juga :