BNPB Catat 277 Kali Bencana Landa Indonesia Sejak Januari hingga Pertengahan Februari 2024
Selasa, 13 Februari 2024 - 16:45 WIB
“Jadi biasanya setiap kali 3 bulan ketika kita memverifikasi lagi ada setidaknya 30% dari total yang sudah tercatat menjadi tambahan pada kondisi yang aktualnya,” sambungnya.
Lebih lanjut, Aam mengatakan rumah rusak terdampak paling banyak dari jumlah kejadian bencana. “Cukup banyak rumah yang rusak tapi kita harapkan tahun ini kita bisa mereduksi lebih banyak lagi dampak kejadian bencana seperti yang sudah kita lakukan secara konsisten di 3 tahun terakhir,” kata dia.
Sementara itu, Aam melanjutkan dalam sepekan terakhir yakni tanggal 5 sampai 11 Februari kejadian bencana yang masih mendominasi yakni banjir dan cuaca ekstrem.
“Jadi biasanya, kalau misalkan satu kawasan satu provinsi atau dua provinsi yang minggu sebelumnya terdampak banjir atau intensitas hujan tinggi kita lihat dari exposure awan hujannya, kalau misalkan di minggu ini dia exposure awan hujannya terbuka artinya intensitas hujannya rendah itu biasanya cuaca ekstrim yang terjadi,” tuturnya.
“Jadi agak kita perhatikan dari kondisi-kondisi di catatan kejadian bencana karena memang kalau BNPB itu melihat tidak hanya dari fenomenanya ya, artinya kalau misalkan fenomenanya ada intensitas hujan tinggi kemudian tidak hujan, kalau kita melihat ke hilirnya dari dua kondisi ini bencana apa yang terjadi,” sambung Aam.
Lebih lanjut, Aam mengatakan rumah rusak terdampak paling banyak dari jumlah kejadian bencana. “Cukup banyak rumah yang rusak tapi kita harapkan tahun ini kita bisa mereduksi lebih banyak lagi dampak kejadian bencana seperti yang sudah kita lakukan secara konsisten di 3 tahun terakhir,” kata dia.
Sementara itu, Aam melanjutkan dalam sepekan terakhir yakni tanggal 5 sampai 11 Februari kejadian bencana yang masih mendominasi yakni banjir dan cuaca ekstrem.
“Jadi biasanya, kalau misalkan satu kawasan satu provinsi atau dua provinsi yang minggu sebelumnya terdampak banjir atau intensitas hujan tinggi kita lihat dari exposure awan hujannya, kalau misalkan di minggu ini dia exposure awan hujannya terbuka artinya intensitas hujannya rendah itu biasanya cuaca ekstrim yang terjadi,” tuturnya.
“Jadi agak kita perhatikan dari kondisi-kondisi di catatan kejadian bencana karena memang kalau BNPB itu melihat tidak hanya dari fenomenanya ya, artinya kalau misalkan fenomenanya ada intensitas hujan tinggi kemudian tidak hujan, kalau kita melihat ke hilirnya dari dua kondisi ini bencana apa yang terjadi,” sambung Aam.
Lihat Juga :