Hadiri Perayaan Nasional Tahun Baru Imlek, Wapres Singgung Budaya Malu dan Etika
Senin, 12 Februari 2024 - 12:08 WIB
Wapres mengatakan, tema ini sarat makna, baik dalam konteks refleksi hubungan antara individu dengan Tuhannya, maupun antar-sesama dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rasa malu, kata Wapres, merupakan sifat fundamental untuk terwujudnya kebaikan, sekaligus untuk menciptakan jarak dari keburukan.
"Seseorang yang memiliki rasa malu akan takut melakukan tindakan yang tidak sesuai norma, nilai, dan etika. Dengan demikian, ia tidak akan melakukan perbuatan yang menyakiti sesamanya," ujarnya.
Wares pun mengungkapkan, dalam ajaran Islam Rasulullah SAW bersabda: "Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu…". "Hal ini bermakna, rasa malu sebagai sebuah faktor yang dapat menjauhkan seseorang dari perbuatan tidak terpuji, dan mendorongnya untuk berbuat kebajikan," tuturnya.
Sementara dalam falsafah ketimuran, kata Wapres, budaya malu yang dimiliki masyarakat nusantara sejatinya merupakan nilai luhur yang telah tertanam turun-temurun.
Rasa malu, kata Wapres, merupakan sifat fundamental untuk terwujudnya kebaikan, sekaligus untuk menciptakan jarak dari keburukan.
"Seseorang yang memiliki rasa malu akan takut melakukan tindakan yang tidak sesuai norma, nilai, dan etika. Dengan demikian, ia tidak akan melakukan perbuatan yang menyakiti sesamanya," ujarnya.
Wares pun mengungkapkan, dalam ajaran Islam Rasulullah SAW bersabda: "Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu…". "Hal ini bermakna, rasa malu sebagai sebuah faktor yang dapat menjauhkan seseorang dari perbuatan tidak terpuji, dan mendorongnya untuk berbuat kebajikan," tuturnya.
Sementara dalam falsafah ketimuran, kata Wapres, budaya malu yang dimiliki masyarakat nusantara sejatinya merupakan nilai luhur yang telah tertanam turun-temurun.
Lihat Juga :