Megawati: Fakir Miskin Harus Dipelihara, Bukan Hanya dengan Kata-kata
Minggu, 11 Februari 2024 - 18:32 WIB
“Jadi awalnya kalau tadi telah diterangkan saya ketika diminta untuk menjadi salah satu juri tentunya saya tidak, saya orang yang tidak senang disanjung-sanjung. Jadi saya tanya dulu kenapa saya yang dipilih, dari Sekjen tadi disebutkan bapak Mohammed Abdul Salam itu menyampaikan bahwa saya ini diminta langsung oleh Imam Besar Masjid Al Azhar Profesor Muhammad Al Thayeb,” tutur Megawati.
Kemudian, Megawati pun menceritakan kenapa dia bisa menjadi juri Zayed Award. “Lalu saya tanya kembali, lho kok beliau kenal saya rupanya beliau mengikuti terus sepak terjang perjuangan saya yang dikatakan oleh Bapak Sekjen, bahwa ibu ini salah seorang Ibu, perempuan yang selalu memperjuangkan nasib banyak manusia. Tapi selain itu juga selalu memperjuangkan hak-hak kaum perempuan di seluruh dunia ini.”
Baca juga: Dianugerahi Zayed Award, PBNU: Terima Kasih Prakarsa dan Peran Luar Biasa Megawati
“Karena memang saya melihat hal perempuan ini selalu saya merasa aneh begitu. Kenapa perempuan tidak boleh maju ya? Kenapa perempuan tidak boleh mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki ya? Itu semua sebuah pergolakan pikiran saya dari sejak saya masih anak-anak sampai hari ini. Nah dengan demikian maka akhirnya Saya bersedia,” pungkasnya.
Kemudian, Megawati pun menceritakan kenapa dia bisa menjadi juri Zayed Award. “Lalu saya tanya kembali, lho kok beliau kenal saya rupanya beliau mengikuti terus sepak terjang perjuangan saya yang dikatakan oleh Bapak Sekjen, bahwa ibu ini salah seorang Ibu, perempuan yang selalu memperjuangkan nasib banyak manusia. Tapi selain itu juga selalu memperjuangkan hak-hak kaum perempuan di seluruh dunia ini.”
Baca juga: Dianugerahi Zayed Award, PBNU: Terima Kasih Prakarsa dan Peran Luar Biasa Megawati
“Karena memang saya melihat hal perempuan ini selalu saya merasa aneh begitu. Kenapa perempuan tidak boleh maju ya? Kenapa perempuan tidak boleh mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki ya? Itu semua sebuah pergolakan pikiran saya dari sejak saya masih anak-anak sampai hari ini. Nah dengan demikian maka akhirnya Saya bersedia,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :