Lembaga Antikorupsi Soroti Pembelian Mirage 2000-5, Connie Minta Prabowo Klarifikasi

Sabtu, 10 Februari 2024 - 10:24 WIB
Connie menjelaskan, pembatalan pembelian tak menghentikan langkah lembaga antikorupsi Uni Eropa untuk menelusuri hal itu. Bahkan, kata Connie, Eropean Investigative Order (EIO) juga mengusut hal ini.

“EIO ini sangat correct terhadap kasus-kasus seperti ini. Jadi alutsista itu sangat hati-hati, jadi masalah ada penggelapan, ada mark up, itu sangat hati-hati,” katanya.

Baca juga: Negara Mana Saja yang Menggunakan Pesawat Jet Tempur Mirage 2000-5?

Connie mengatakan, EIO mengurut dugaan pelanggaran melalui kebocoran data yang berasal dari Ceko. Lembaga tersebut dikatakan Connie telah mengirim kawat ke Kedutaan Besar di Jakarta. "Jadi sekarang yang dalam bahaya adalah EIO itu akan membongkar pasti, kenapa urutannya apa, apalagi kalau kita baca dokumennya,” urainya.

Di sisi lain, Connie menjelaskan tak akan menginvestigasi hal ini. Dirinya hanya mendapat informasi dari rekan diplomatnya dan yang berada di sektor pertahanan. “Yang mesti kita luruskan, satu Mirage sudah batal. Kedua yang kita mesti hati-hati, Indonesia mesti hati-hati, tuntutan EIO ini akan panjang. Karena EIO melakukan ini dan akan sampai ke akarnya, benar atau tidaknya kan tidak tahu,” tambah Connie.

Connie melihat EIO sangat berhati-hati menjalankan tugas. Sehingga, tak mungkin salah langkah dan bahkan menuding pejabat di negara lain. “Tugas kita sekarang, akhirnya adalah meyakinkan bahwa (proyek pengadaan) Mirage ini tidak ada, kemudian meyakinkan Pak Prabowo memang tidak menerima (fee) itu," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!