Wujudkan Pemilu Damai 2024, Masyarakat Diimbau Jaga Etika di Medsos

Kamis, 08 Februari 2024 - 12:51 WIB
Dosen UIN Ar Raniry Banda Aceh, Sri Rahmi mengungkapkan hampir semua aspek kehidupan telah bertransformasi dalam dunia digital. Ketika berpikir bahwa memiliki media sosial berarti bebas melakukan apa saja merupakan sebuah kesalahan berpikir, terutama ketika media sosial sudah jadi konsumsi publik.

"Saat ini, wajah kehidupan sosial masyarakat mayoritas berlangsung di dunia maya," katanya.

Tak hanya itu, disrupsi dalam berbagai aspek kehidupan terus berlangsung terutama dalam era Revolusi 4.0 dengan budaya baru dari inovasi teknologi. Kemampuan untuk terus mengembangkan diri dengan terus menyesuaikan perkembangan teknologi perlu dilakukan.

"Kita sudah harus paham tentang yang namanya literasi digital. Bagaimana cara kerja mesin. Bagaimana kemampuan kita untuk membaca dan menggunakan informasi big code, big data," ungkap Sri Rahmi.

Karena itu, di era penuh disrupsi menjaga etika di dunia maya sama baiknya dengan menjaga etika di dunia nyata. Etika ada saat manusia dapat mempertimbankan bahwa suatu perbuatan baik atau buruk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!