Riwayat Pendidikan dan Karier Militer Hadi Tjahjanto, Mantan Panglima TNI yang Jadi Menteri Jokowi
Senin, 05 Februari 2024 - 21:59 WIB
Beralih ke militer, Hadi Tjahjanto mengawali pendidikan di Akademi Angkatan Udara (AAU) dan lulus 1986. Setelahnya, ia juga menyelesaikan sejumlah pendidikan lain, seperti Sekolah Penerbangan (1987), Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (1995), Sekolah Instruktur Penerbangan (1999), College Interarmes De Defence (Sesko Perancis), Sekolah Staf dan Komando TNI (2009) hingga PPSA Lemhannas RI (2015).
Pada 1993, Hadi mendapat tugas baru sebagai Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh. Beberapa waktu berselang, ia diangkat menjadi Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Setelah itu, Hadi beberapa kali mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi lain. Di antaranya seperti Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1997), Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarmo (1998), Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998) hingga Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto (1999).
Memasuki 2000, Hadi mendapat kepercayaan menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto. Setelahnya, ia juga sempat ditunjuk menjadi Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (2004) hingga Kepala Dinas Personel Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2006).
Seiring waktu, karier militer Hadi Tjahjanto semakin mencorong. Pada 2010, ia mendapat promosi menjadi Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adi Sumarmo.
Setelah itu, Hadi juga mendapat kesempatan untuk bertugas di luar TNI AU. Tercatat, ia pernah menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011) dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara (2011) hingga Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013).
Sekitar 2013, Hadi mendapat tugas baru sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau). Sejalan dengan posisi barunya, Hadi pecah bintang satu menjadi Marsekal Pertama (Marsma).
Riwayat Karier Militer Hadi Tjahjanto
Karier Hadi Tjahjanto di militer bermula setelah lulus dari AAU 1986. Waktu itu, ia ditugaskan di Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.Pada 1993, Hadi mendapat tugas baru sebagai Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh. Beberapa waktu berselang, ia diangkat menjadi Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Setelah itu, Hadi beberapa kali mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi lain. Di antaranya seperti Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1997), Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarmo (1998), Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998) hingga Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto (1999).
Memasuki 2000, Hadi mendapat kepercayaan menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto. Setelahnya, ia juga sempat ditunjuk menjadi Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (2004) hingga Kepala Dinas Personel Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2006).
Seiring waktu, karier militer Hadi Tjahjanto semakin mencorong. Pada 2010, ia mendapat promosi menjadi Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adi Sumarmo.
Setelah itu, Hadi juga mendapat kesempatan untuk bertugas di luar TNI AU. Tercatat, ia pernah menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011) dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara (2011) hingga Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013).
Sekitar 2013, Hadi mendapat tugas baru sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau). Sejalan dengan posisi barunya, Hadi pecah bintang satu menjadi Marsekal Pertama (Marsma).
Lihat Juga :