Ganjar: Proyek Food Estate Gagal karena Tenaga Tidak Profesional
Minggu, 04 Februari 2024 - 08:27 WIB
Proyek food estate kembali disinggung capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo karena belum menunjukkan keberhasilannya. Foto: Dok MPI
PONTIANAK - Proyek food estate kembali disinggung capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo karena belum menunjukkan keberhasilannya. Proyek food estate bisa terlaksana dengan baik kalau dilakukan orang-orang profesional di bidangnya.
"Oke food estate itu bagus, tempatnya di mana, siapa yang melaksanakan, harus orang profesional," ujar Ganjar di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (3/2/2024).
Baca juga: Ganjar: Ada Ancaman Baru Era Demokrasi saat Beda Pendapat dan Pilihan
Selama ini proyek food estate justru merusak hutan dan menebang pohon-pohon serta memaksakan mengganti dengan penanaman bahan komoditas pangan seperti jagung dan singkong. Padahal, proyek food estate itu harus melibatkan petani dan tenaga profesional jika ingin berhasil.
"Siapa yang melaksanakan, harus orang profesional. Nggak ada petani yang nggak sanggup menanam singkong, kasih tumbuhlah petani, nggak perlu orang lain, kasih kepada ahlinya. Maka saya tanya land clearing seperti itu kayunya ke mana, food estatenya gagal," kata Ganjar.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga menyinggung proyek food estate tidak dilakukan di tanah-tanah yang subur, tapi justru di tanah gambut seperti Kalimantan. Padahal, ketika bicara tanah yang subur, Ganjar mencontohkan tempat di Merauke, Papua, yang bisa dimanfaatkan tentu dengan pemerintah yang memfasilitasi.
"Oke food estate itu bagus, tempatnya di mana, siapa yang melaksanakan, harus orang profesional," ujar Ganjar di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (3/2/2024).
Baca juga: Ganjar: Ada Ancaman Baru Era Demokrasi saat Beda Pendapat dan Pilihan
Selama ini proyek food estate justru merusak hutan dan menebang pohon-pohon serta memaksakan mengganti dengan penanaman bahan komoditas pangan seperti jagung dan singkong. Padahal, proyek food estate itu harus melibatkan petani dan tenaga profesional jika ingin berhasil.
"Siapa yang melaksanakan, harus orang profesional. Nggak ada petani yang nggak sanggup menanam singkong, kasih tumbuhlah petani, nggak perlu orang lain, kasih kepada ahlinya. Maka saya tanya land clearing seperti itu kayunya ke mana, food estatenya gagal," kata Ganjar.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga menyinggung proyek food estate tidak dilakukan di tanah-tanah yang subur, tapi justru di tanah gambut seperti Kalimantan. Padahal, ketika bicara tanah yang subur, Ganjar mencontohkan tempat di Merauke, Papua, yang bisa dimanfaatkan tentu dengan pemerintah yang memfasilitasi.
Lihat Juga :