Isu Lingkungan Jadi Faktor Kunci Pemilih Muda di Pemilu 2024

Senin, 29 Januari 2024 - 21:01 WIB
Menanggapi pertanyaan pemilih muda tentang transisi energi, Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin (Amin) Tom Lembong menyatakan bahwa pihaknya memberi tempat bagi transisi energi pembangkit listrik berbahan bakar fosil ke energi baru terbarukan.

“Utamakan geotermal karena cadangan kita luar biasa 30.000 gigawatt. Dimana yang terpasang baru 1.200 gigawatt, bagaimana caranya? Dengan menanggung renteng risiko dari eksplorasi. Karena risiko eksplorasi ini tinggi, tidak bisa cuma diserahkan ke swasta. Pemerintah harus memberi jaminan, selain itu juga tenaga surya kita yang luar biasa dan biomassa,” ujarnyanya.

Satya Heragandhi, Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud mengungkapkan hal senada tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan. “Energi menarik sekali karena bicara energi terbarukan, teman-teman harus tahu energi terbarukan itu cuma hidup separuh hari. Seperti solar cell itu di malam hari tidak bisa. Angin juga begitu."

"Jadi harus ada energi baru terbarukan yang sifatnya base seperti geothermal, gas, dan sebagainya. Jadi kita prioritaskan keduanya dari base dan energi terbarukan dan pelan-pelan kita tinggalkan fosil secara bertahap,” sambungnya.

Di sisi lain, pemaparan Timses Paslon Nomor Urut 2 Prabowo-Gibran, Astrio Feligent menekankan pentingnya potensi ekonomi. Dia mengatakan transisi ke energi baru terbarukan pun harus dilakukan tanpa mengorbankan potensi ekonomi Indonesia.

"Itu yang harus digaris bawahi. Kedua, ketika kita bicara hari ini mau transisi perlu kita ingat bahwa batu bara adalah salah satu penyumbang surplus ekonomi kita dan subsidi listrik dalam elektrifikasi seperti kendaraan listrik masih lebih baik, dibanding subsidi kendaraan BBM," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!