KPU Prediksi Penggunaan Medsos Meningkat di Masa Kampanye Pilkada
Rabu, 12 Agustus 2020 - 11:52 WIB
Pria asal Surabaya itu memprediksi penggunaan medsos akan kembali meningkat pada pilkada serentak di 270 daerah tahun ini. Ini tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang membuat pertemuan fisik harus dikurangi.
“Kalau berkaca pada pemilu 2019, medsos oleh sebagian orang digunakan dengan cara-cara yang tidak pas. Hoaks, fitnah, dan black campaign, disalurkan lewat situ,” tuturnya.
Pada pilkada 2020 ini ruang itu akan semakin terbuka. Maka, kerja sama antara penyelenggara pemilu dengan KPI dan Dewan Pers ini sangat penting dalam mengawasi media massa, baik cetak maupun elektronik.
KPU dan Bawaslu, menurutnya, akan banyak bertanya mengenai pemberitaan dan penyiaran di media massa kepada KPI dan Dewan Pers. Hal itu untuk menentukan apakah terjadi pelanggaran kampanye atau tidak.
"KPU dan Bawaslu tidak mempunyai ruangan yang banyak monitor. Saya pernah datang ke Komisi Penyiaran Indonesia melihat war room-nya. War room itu akan melaksanakan (pengawasan)," pungkas Arief.
“Kalau berkaca pada pemilu 2019, medsos oleh sebagian orang digunakan dengan cara-cara yang tidak pas. Hoaks, fitnah, dan black campaign, disalurkan lewat situ,” tuturnya.
Pada pilkada 2020 ini ruang itu akan semakin terbuka. Maka, kerja sama antara penyelenggara pemilu dengan KPI dan Dewan Pers ini sangat penting dalam mengawasi media massa, baik cetak maupun elektronik.
KPU dan Bawaslu, menurutnya, akan banyak bertanya mengenai pemberitaan dan penyiaran di media massa kepada KPI dan Dewan Pers. Hal itu untuk menentukan apakah terjadi pelanggaran kampanye atau tidak.
"KPU dan Bawaslu tidak mempunyai ruangan yang banyak monitor. Saya pernah datang ke Komisi Penyiaran Indonesia melihat war room-nya. War room itu akan melaksanakan (pengawasan)," pungkas Arief.
(maf)
Lihat Juga :