Perizinan Kapal Kerap Berbelit-Belit, Ganjar Ajak Nelayan Gunakan KTP Sakti
Kamis, 04 Januari 2024 - 21:22 WIB
Selain itu, Ganjar juga mengungkapkan proses penghapusan kredit macet di antara para nelayan juga menggunakan KTP Sakti dengan tetap mengacu pada persolan yang dihadapi nelayan. “Persoalannya nanti akan dicek secara teknis, dicek persoalannya apa, kalau yang begini-begini nanti dihapuskan,” tegas Ganjar.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menekankan bahwa dengan KTP Sakti, keakuratan data merupakan hal penting untuk mencegah penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran. Dalam tatap muka dengan para nelayan itu, Ganjar juga memberikan solusi agar proses jual-beli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lebih ringkas, sehingga nelayan dapat segera menerima hasil penjualan ikan.
Pasalnya, saat ini nelayan yang menjual ikan di TPI baru dibayarkan setelah 1 sampai dengan 2 bulan setelah proses jual-beli. “Ini kok dibayarnya pakai nota, ternyata ikan nelayan dibeli pedagang bakulan kecil, ngutang, nanti pembeli bakulan kecil menjualnya lagi ke penjual besar, di sini kadang dibayar dengan nota,” jelasnya.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menekankan bahwa dengan KTP Sakti, keakuratan data merupakan hal penting untuk mencegah penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran. Dalam tatap muka dengan para nelayan itu, Ganjar juga memberikan solusi agar proses jual-beli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lebih ringkas, sehingga nelayan dapat segera menerima hasil penjualan ikan.
Pasalnya, saat ini nelayan yang menjual ikan di TPI baru dibayarkan setelah 1 sampai dengan 2 bulan setelah proses jual-beli. “Ini kok dibayarnya pakai nota, ternyata ikan nelayan dibeli pedagang bakulan kecil, ngutang, nanti pembeli bakulan kecil menjualnya lagi ke penjual besar, di sini kadang dibayar dengan nota,” jelasnya.
(rca)
Lihat Juga :