Milenial dan Gen Z Diminta Perhatikan Rekam Jejak Capres 2024
Kamis, 28 Desember 2023 - 23:45 WIB
Sejumlah aktivis mengingatkan Milenial dan Gen Z untuk memperhatikan rekam jejak calon presiden (capres) 2024. Foto/istimewa
JAKARTA - Sejumlah aktivis mengingatkan Milenial dan Gen Z untuk memperhatikan rekam jejak calon presiden (capres) 2024. Mereka menyayangkan bergabungnya aktivis 98 dan purnawirawan yang mendukung Capres Prabowo Subianto.
Aktivis Petrus Hariyanto mengatakan ada upaya memanipulasi sejarah masa lalu. Hal itu dilakukan dengan cara melibatkan aktivis 98 serta sejumlah purnawirawan.
"Saya menyayangkan dukungan para aktivis 98 juga pernyataan Budiman Sudjatmiko yang mengatakan Prabowo dalam kerangka menjalankan tugas negara," kata Petrus saat menggelar pertemuan di kawasan Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2024).
Baca juga: Keluarga Korban Penculikan Aktivis 98 Sesalkan Ucapan Budiman Sudjatmiko
Petrus yang pernah menjadi korban penculikan 1998 ini menyatakan, Generasi Z maupun pemilih pemula saat ini tidak merasakan nuansa pelanggaran HAM berat masa lalu. "Semua itu dalam kerangka membangun citra jika yang bersangkutan sebagai calon presiden tidak mempunyai jejak gelap di masa lalu," ujar Petrus.
Dia menilai semua gerakan itu adalah manuver politik yang sifatnya transaksional. Atas dasar itu, Petrus menyebut pemikiran Generasi Z saat ini telah diracuni bahwa seolah-olah penculikan aktivis 98 adalah hal yang normal-normal saja.
Aktivis Petrus Hariyanto mengatakan ada upaya memanipulasi sejarah masa lalu. Hal itu dilakukan dengan cara melibatkan aktivis 98 serta sejumlah purnawirawan.
"Saya menyayangkan dukungan para aktivis 98 juga pernyataan Budiman Sudjatmiko yang mengatakan Prabowo dalam kerangka menjalankan tugas negara," kata Petrus saat menggelar pertemuan di kawasan Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2024).
Baca juga: Keluarga Korban Penculikan Aktivis 98 Sesalkan Ucapan Budiman Sudjatmiko
Petrus yang pernah menjadi korban penculikan 1998 ini menyatakan, Generasi Z maupun pemilih pemula saat ini tidak merasakan nuansa pelanggaran HAM berat masa lalu. "Semua itu dalam kerangka membangun citra jika yang bersangkutan sebagai calon presiden tidak mempunyai jejak gelap di masa lalu," ujar Petrus.
Dia menilai semua gerakan itu adalah manuver politik yang sifatnya transaksional. Atas dasar itu, Petrus menyebut pemikiran Generasi Z saat ini telah diracuni bahwa seolah-olah penculikan aktivis 98 adalah hal yang normal-normal saja.
Lihat Juga :