KPAI Sayangkan Pemerintah Buka Sekolah di Zona Kuning
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 20:59 WIB
Pemerintah semestinya belajar dari kasus pembukaan sekolah di zona hijau yang belakangan malah ditemukan kasus positif Covid-19. Pertama, di Pariaman ditemukan seorang guru dan operator sekolah yang positif setelah seminggu KBM.
Di Tegal pun terjadi peristiwa serupa. Setelah dua minggu KBM, ada seorang siswa yang positif Covid-19. Lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menyatakan pemerintah daerah seharusnya melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) ke 30 orang dari kasus dalam populasi. “Kalau belum terbukti terinfeksi Covid-19, biaya tes tidak ditanggung pemerintah pusat. Pas sekolah dibuka dan ada kasus, siapa yang akan menanggung biaya untuk tes 30 anak atau guru,” tuturnya.
Jumlah orang terpapar Covid-19 di Indonesia semakin banyak. Ini yang membuat status zona hijau tak menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, dan staf di sekolah. “Zona hijau di Bengkulu dan membuka sekolah pada 20 Juli 2020. Setelah dua minggu wilayah itu malah menjadi zona merah karena tenaga kesehatan di salah satu puskesmas terinfeksi Covid-19,” katanya.
Di Tegal pun terjadi peristiwa serupa. Setelah dua minggu KBM, ada seorang siswa yang positif Covid-19. Lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menyatakan pemerintah daerah seharusnya melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) ke 30 orang dari kasus dalam populasi. “Kalau belum terbukti terinfeksi Covid-19, biaya tes tidak ditanggung pemerintah pusat. Pas sekolah dibuka dan ada kasus, siapa yang akan menanggung biaya untuk tes 30 anak atau guru,” tuturnya.
Jumlah orang terpapar Covid-19 di Indonesia semakin banyak. Ini yang membuat status zona hijau tak menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, dan staf di sekolah. “Zona hijau di Bengkulu dan membuka sekolah pada 20 Juli 2020. Setelah dua minggu wilayah itu malah menjadi zona merah karena tenaga kesehatan di salah satu puskesmas terinfeksi Covid-19,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :