Kemenag Optimalkan Candi Prambanan sebagai Pusat Wisata dan Ibadah Umat Hindu Dunia

Kamis, 30 November 2023 - 20:56 WIB
Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija mengatakan akan mengoptimalkan Candi Prambanan sebagai pusat wisata dan ibadah bagi umat Hindu dunia. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama (Kemenag) memiliki tiga program prioritas yang tengah dijalankan. Ketiganya adalah, digitalisasi, Candi Prambanan, dan pendidikan.

Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija memastikan, saat ini direktoratnya tengah mengimplementasikan program-program prioritas yang telah dicanangkan oleh Kementerian Agama. “Ketiga program ini sudah on progress semua,” kata Duija di Jakarta, Kamis (30/11/2023).



Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Men) telah menetapkan legacy pada fungsi Ditjen Bimas Hindu berupa optimalisasi pemanfaatan Candi Prambanan sebagai pusat destinasi wisata dan pusat ibadah Umat Hindu Dunia.

Baca juga: Ditjen Bimas Hindu Kemenag dan Umat Gelar Doa Bersama untuk Palestina di Prambanan

Selain itu, peningkatan kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH), dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, ragam program dan gebrakan pun dibuat Ditjen Bimas Hindu untuk mencapai itu.

Ditjen Bimas Hindu pun memprioritaskan terkait program digitalisasi, Candi Prambanan, dan pendidikan yang dianggapnya urgent untuk segera diimplementasikan. Bahkan, ketiga program tersebut sudah berjalan sesuai harapan.

Baca juga: Ditjen Bimas Hindu Tutup Rangkaian Festival Moderasi Beragama 2022

Untuk digitalisasi, sebelumnya Ditjen Bimas Hindu memiliki beberapa aplikasi yaitu e-Pasraman, Sindu (Sistem Informasi Hindu), Wedangga (Weda dalam Genggaman Anda), dan Digital Arsip.

Berdasarkan arahan Gus Men, masing-masing aplikasi itu digabung menjadi satu yakni Pusaka Super Apps. “Jadi tinggal klik di aplikasi Pusaka, nanti kelihatan masing-masing direktorat ada di sana,” ucap Guru Besar Antropologi Budaya pada Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar tersebut.

Namun, dia mengaku masih belum puas dengan data dari aplikasi tersebut, terutama dari direktoratnya. Pasalnya, keterbatasan SDM di daerah membuat input data terkait tempat ibadah belum akurat.

Menurutnya terdapat sekitar 29.000 lebih tempat ibadah umat Hindu, namun baru sekitar 10.000 yang terdeteksi dan terdaftar. “Kita masih punya pekerjaan rumah yang berat, karena dari jumlah 29.000 lebih, baru 30% yang terdata.” katanya.

Ditjen Bimas Hindu juga sudah melaksanakan transformasi digital dibidang pelayanan. Di antaranya digitalisasi layanan pengajuan Tirta Yatra di Candi Prambanan, digitalisasi kitab suci Sarascamuscaya di Wedangga, digitalisasi seluruh layanan pengajuan tanda daftar dan perizinan, serta digitalisasi layanan pengajuan bantuan. “Mudah-mudahan di 2024, kami sudah punya studio di kantor. Nanti, setiap ada momen- momen tertentu kita bisa mengundang para tokoh untuk podcast di sana,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!