Putra Presiden Jadi Cawapres, Netralitas Alat Negara Jadi Pertaruhan di Pemilu 2024

Jum'at, 10 November 2023 - 22:09 WIB
Keikutsertaan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024 potensial memengaruhi netralitas alat negara. Foto/MPI
JAKARTA - Keikutsertaan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2024 potensial memengaruhi netralitas alat negara.

Analis politik dari Exposit Strategic Arif Susanto mengatakan, potensi itu tidak harus disengaja, tetapi secara tidak langsung bisa mempengaruhi netralitas alat negara. Tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang bekerja di instansi pemerintah yang mengidolakan Jokowi dan kemudian merasa bahwa membantu Jokowi adalah sesuai dengan keinginannya.



"Problemnya, kalau itu dilakukan, maka bukan tidak mungkin mulai dari netralitas birokrasi, netralitas TNI, Polri itu bisa terganggu," tegas Arif Susanto, Jumat (10/11/2023).

Arif mengkhawatirkan pencalonan Gibran jika diteruskan akan membuat bangsa Indonesia kehilangan ruh politik berkeadilan. "Kalau ini dibiarkan nanti kita akan terjebak pada gaya-gaya lama, ketika nepotisme dianggap normal, ketika pelanggaran etika dianggap bisa diterima sejauh tidak melanggar hukum. Nanti lama-lama politik dan hukum kita terjebak pada formalisme dan kalau itu terjadi, negara ini kehilangan ruh politik yang berkeadilan," ujarnya.

Baca juga: Pencawapresan Gibran Cacat Legitimasi karena Manuver Inkonstitusional di MK

Hal itu bisa dihindari ketika Jokowi adalah negarawan dan mau menghindari potensi konflik kepentingan. "Itu seharusnya bisa dihindari seandainya Jokowi adalah seorang negarawan," ungkap Arif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!