Generasi Muda Sebagai Garda Terdepan Pengusung Toleransi dan Perdamaian

Selasa, 17 Oktober 2023 - 01:03 WIB
“Toleransi adalah ketika kita bisa bersama membangun peradaban dalam perbedaan. Pada saat itu kita akan lebih mudah menyebarkan kebaikan pada orang lain. Baik generasi muda maupun pemuka agama, apapun latar belakangnya perlu menyebarkan konten yang berisi pesan perdamaian dalam perbedaan. Walaupun terlihat seperti bercanda ria, namun konten yang seperti ini memberikan dampak positif dalam harmonisasi Indonesia sebagai sebuah bangsa,” ungkap Bhante Dhirapunno.

Kedamaian dan keharmonisan bisa terwujud apabila umat manusia bisa menghargai semua kehidupan. Pentingnya menghargai semua kehidupan tanpa terkecuali. Bahkan manusia harus menunjukkannya dengan memiliki rasa toleransi yang tinggi dan bisa memenangkan hati para orang-orang yang belum toleran.

“Salahnya, terkadang kita justru membenci orang yang intoleran. Kebencian yang dibalas dengan kebencian akan melahirkan kebencian yang lebih besar lagi. Kita harus bisa menerima kehadiran mereka. Perlahan kita coba untuk menyadarkan teman-teman kita tanpa perlu menghujatnya atau memberikan perlakuan buruk lainnya,” katanya.

Menurut dia, orang-orang yang rentan melakukan tindak kebencian dan kekerasan adalah mereka yang pernah menjadi korban kekecewaan. Maka sudah seharusnya jangan melukai orang yang memiliki pandangan atau keyakinan yang berbeda.

Segala bentuk kekerasan sejatinya tidak berlandaskan pada nilai-nilai luhur dalam agama walaupun para pelakunya menjual jargon-jargon agama dalam tindak kekerasannya. “Kebaikan sejati tidak akan pernah bercampur dengan keburukan,” ucapnya.

Bhante bercerita semasa dirinya tinggal di Thailand. Orang Thailand itu bingung, kenapa Indonesia bisa sedamai itu. Padahal negaranya begitu besar, banyak pulau, banyak suku, banyak budaya berbeda-beda lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!