Stafsus Menkumham: Berteman dengan Orang yang Tepat Akan Mempengaruhi Kesuksesan
Kamis, 24 Agustus 2023 - 10:40 WIB
Staf Khusus Menkumham Bane Raja Manalu saat membagikan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi kepada pelajar di Yayasan Teladan Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (23/8/2023). Foto/Ist
JAKARTA - Staf Khusus (stafsus) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Bane Raja Manalu mengungkapkan bahwa berteman dengan orang yang tepat akan mempengaruhi kesuksesan. Hal itu disampaikan Bane saat membagikan beasiswa Program Indonesia Pintar ( PIP ) jalur aspirasi kepada pelajar di Yayasan Teladan Pematangsiantar di Jalan Bali, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (23/8/2023).
Dalam kesempatan itu, Bane Raja Manalu juga memotivasi para pelajar dan orang tua penerima PIP. “Saya adalah anak kampung. Berasal dari Desa Huta Dolok Tomuan Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun. Yang pasti cara berpikir saya bukan kampungan. Boleh lahir dan besar di kampung, tapi cara berpikirnya tidak boleh kampungan. Berpikir kampungan itu adalah susah melihat orang senang, senang melihat orang susah,” tuturnya.
Bane mengatakan, semua orang tidak bisa memilih lahir dari rahim keluarga miskin atau keluarga kaya. “Boleh kau lahir dari keluarga miskin, tapi jangan kau membatasi impianmu. Kalau kau membatasi impianmu, sama saja kau membatasi kuasa Tuhan untuk dirimu. Tapi yakinlah kalau konsisten dan gigih maka sukses itu ada di tanganmu. Saya sudah buktikan. Orang pintar tak selamanya sukses di dunia nyata. Pintar secara akademik tak juga menjamin sukses di dunia nyata," ujar Alumni Universitas Indonesia itu.
Dalam kesempatan itu, Bane Raja Manalu juga memotivasi para pelajar dan orang tua penerima PIP. “Saya adalah anak kampung. Berasal dari Desa Huta Dolok Tomuan Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun. Yang pasti cara berpikir saya bukan kampungan. Boleh lahir dan besar di kampung, tapi cara berpikirnya tidak boleh kampungan. Berpikir kampungan itu adalah susah melihat orang senang, senang melihat orang susah,” tuturnya.
Bane mengatakan, semua orang tidak bisa memilih lahir dari rahim keluarga miskin atau keluarga kaya. “Boleh kau lahir dari keluarga miskin, tapi jangan kau membatasi impianmu. Kalau kau membatasi impianmu, sama saja kau membatasi kuasa Tuhan untuk dirimu. Tapi yakinlah kalau konsisten dan gigih maka sukses itu ada di tanganmu. Saya sudah buktikan. Orang pintar tak selamanya sukses di dunia nyata. Pintar secara akademik tak juga menjamin sukses di dunia nyata," ujar Alumni Universitas Indonesia itu.
Lihat Juga :