Pandemi COVID-19 Picu Masalah Kesehatan Mental Masyarakat

Rabu, 29 Juli 2020 - 12:49 WIB
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJ) DKI Jakarta, Nova Riyanti Yusuf meminta pemerintah fokus terhadap masalah kesehatan mental masyarakat akibat COVID-19. FOTO/DOK.SINDOphoto
JAKARTA - Pada Mei 2020 lalu, organisasi kesehatan dunia (WHO) melaporkan dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa negara-negara di dunia dibayangi krisis kesehatan mental akibat pandemi COVID-19 . Namun, perhatian negara-negara di duniaterhadapkesehatan mental masyarakatnya sangat minim, termasuk Indonesia.

Karena itu, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk fokus terhadap masalah kesehatan mental masyarakat. Terlebih saat pandemi COVID-19, banyak masalah menimpa masyarakat dan memperburuk kondisi mentalnya.



"Dan akhirnya bulan Mei PBB membuat pernyataan bahwa kebongkar lah negara-negara itu tidak mengarusutamakan kesehatan jiwa. Upaya preventif, kuratif, promotif, bahwa ketahuan setelah ada banyak kasus kesehatan kejiwaan, ketahuan bahwa negara-negara itu tidak mendahulukan untuk kesehatan jiwa. Ya mau gimana lagi, kita juga sama, termasuk yang enggak (concer kesehatan jiwa)," kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJ) DKI Jakarta, Nova Riyanti Yusuf kepada SINDO Media, Rabu (29/7/2020).(Baca juga: Penyebab dan Cara Meredakan Emosi yang Mudah Meledak )

Perempuan yang akrab disapa Noriyu ini membeberkan, saat pandemi, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) membuka layanan swaperiksa di website terhadap masyarakat yang ingin mengukur kesehatan jiwanya. Hingga 14 Mei lalu ada 2.364 responden dari 34 provinsi. Mayoritas responden adalah wanita yakni sebanyak 72%. Dari situ, diketahui ada masalah psikologi 69% dan jika diurai masalahnya adalah 68% cemas, 67% depresi, dan 77% trauma psikologis di masa COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!