Dahsyat! Jenderal Kopassus Ini Andalkan Perang Psikologis untuk Lumpuhkan Ratusan Anggota GAM
Minggu, 23 Juli 2023 - 05:00 WIB
Mantan Wadanjen Kopassus itu memilih terjun langsung ke medan operasi hanya ditemani dua anak buahnya, yakni Kapten Desna dan Sersan Wayan. Ketiganya masuk hutan mencari tempat persembunyian Din Minimi. Setelah melalui perjalanan panjang dengan medan yang berat, mantan Pangdam Jaya ini akhirnya berhasil menemukan markas Din Minimi di tengah hutan.
"Waktu saya sampai di gubuknya jam 6.30, sudah gelap gulita di tengah hutan. Dia di atas pakai kaus loreng, celana loreng, dan senjata sudah ditrigger, senjatanya," tuturnya.
Baca juga: 4 Fakta Menarik Marsdya (Purn) Kardono, Orang Dekat Soeharto yang Pernah Disandera 132 Jam
Din Minimi tidak sendiri. Ia bersama ratusan pengikutnya dengan senjata lengkap. Anggota GAM itu pun langsung mengepung Sutiyoso bersama dua anaknya.
"Akhirnya saya bertiga aja. Kita ke tempat dia. Dikepung 120 orang di tempat Din Minimi. Kalau mau populer bantai saja atau saya disandera tetapi kan saya bukan bonek (bondo nekat). Saya ada latar belakang, ada keyakinan gitu," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Sutiyoso yang kenyang pengalaman menghadapi situasi genting dan memiliki kemampuan intelijen, tak gentar dikepung ratusan orang bersenjata. Dengan tenang, mantan Danrem 061/Suryakencana itu lalu mengajak Din Minimi untuk berdialog.
"Saat itu saya bawa pistol, anak buah saya bawa AK. Saya juga bawa cadangan magazine penuh, sudah saya kokang saya kunci. Untuk jaga-jaga," tuturnya.
Perang psikologi pun mulai dilakukan Sutiyoso.
"Waktu saya sampai di gubuknya jam 6.30, sudah gelap gulita di tengah hutan. Dia di atas pakai kaus loreng, celana loreng, dan senjata sudah ditrigger, senjatanya," tuturnya.
Baca juga: 4 Fakta Menarik Marsdya (Purn) Kardono, Orang Dekat Soeharto yang Pernah Disandera 132 Jam
Din Minimi tidak sendiri. Ia bersama ratusan pengikutnya dengan senjata lengkap. Anggota GAM itu pun langsung mengepung Sutiyoso bersama dua anaknya.
"Akhirnya saya bertiga aja. Kita ke tempat dia. Dikepung 120 orang di tempat Din Minimi. Kalau mau populer bantai saja atau saya disandera tetapi kan saya bukan bonek (bondo nekat). Saya ada latar belakang, ada keyakinan gitu," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Sutiyoso yang kenyang pengalaman menghadapi situasi genting dan memiliki kemampuan intelijen, tak gentar dikepung ratusan orang bersenjata. Dengan tenang, mantan Danrem 061/Suryakencana itu lalu mengajak Din Minimi untuk berdialog.
"Saat itu saya bawa pistol, anak buah saya bawa AK. Saya juga bawa cadangan magazine penuh, sudah saya kokang saya kunci. Untuk jaga-jaga," tuturnya.
Perang psikologi pun mulai dilakukan Sutiyoso.
Lihat Juga :