Jelang AIPA ke-44, BKSAP DPR Dorong Stabilitas dan Kesejahteraan ASEAN

Sabtu, 22 Juli 2023 - 11:35 WIB
“Kebetulan negara lain tidak ada yang mengobjek atau memprotes, akhirnya draft resolusi emergency item pada saat itu diakui dan menjadi sebuah resolusi atau keputusan dari pada AIPA,” terangnya.

Putu melanjutkan, ASEAN ini merupakan kawasan yang sangat strategis ke depannya dan memang kawasan yang banyak dilirik oleh kekuatan-kekuatan besar yang juga ingin masuk ASEAN.

Jadi, parlemen ASEAN harus responsif untuk bisa mengawal berbagai tantangan ASEAN secara mandiri. Sehingga, ASEAN tidak perlu kekuatan besar lainnya datang untuk mengintervensi permasalahan di ASEAN.

“Kita harus mampu secara mandiri mengawal segala permasalahan atau tantangan di kawasan ASEAN ini, untuk menjaga stabilitas politik, keamanan dan juga untuk menjaga kesejahteraan kawasan. Saya berharap mereka tidak langsung berafiliasi dengan kekuatan besar di luar ASEAN, tapi yang pertama adalah ASEAN first, family of ASEAN. Jadi, solidaritas mereka yang pertama dan utama itu ASEAN. Apalagi, Indonesia adalah kakaknya dari negara-negara yang berada di kawasan ASEAN," tuturnya.

Selain itu, Putu juga menekankan soal kesejahteraan. Sehingga harapannya ASEAN siap menuju transisi hijau dalam konsep green ekonomi.

Pasalnya, masyarakat ASEAN ini mendapatkan dukungan secara inklusif dalam peningkatan ekonomi. Dan yang terpenting, kegiatan ekonominya harus sustainable atau berdaya tahan dan terus tumbuh.

“Jangan sampai ada terjadi mungkin satu negara yang punya growth yang tinggi atau ASEAN lainnya, justru jomplang growthnya. Nah, rakyat satu negara di ASEAN itu mungkin tidak mendapatkan benefit dari peningkatan ekonomi, sementara rakyat negara ASEAN lain yang hanya mendapatkan kesejahteraan dari peningkatan ekonomi kawasan ASEAN,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!