Dorong Pemberian ASI, DPR Minta Pemerintah Gandeng Tokoh Agama
Senin, 27 Juli 2020 - 19:58 WIB
Untuk sosialisasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan forum tingkepan empat bulanan, tujuh bulanan, saat resepsi pernikahan, dan juga saat acara akikahan. "Itu yang kita benar-benar manfaatkan. Jadi mereka nanti akan cerita ngomongin soal ASI. Kadang suami gak boleh istrinya kasih ASI karena khawatir payudara istrinya kendur, gak aduhai lagi, itu yang kita bongkar," katanya.
Pihaknya juga meminta pemerintah untuk membuat aturan yang membatasi iklan-iklan susu formula di berbagai media. "Fatayat gak pernah kerja sama dengan iklan-iklan susu so far. Memberikan susu (formula) setelah 18 bulan oke, fine lah itu, tetap kalau susu di bawah di 18 bulan, saya larang untuk kerja sama karena hanya ASI yang paling pantas untuk bayi," katanya.(Baca juga: Pemprov Sulsel Libatkan 1.000 Tokoh Agama untuk Edukasi Bahaya COVID-19 )
Dikatakan Anggia, sebenarnya tidak ada cerita seorang ibu tidak bisa menyusui. "Kalau dia gak bisa menyusui, itu karena mungkin anak pertama makanya ibu harus belajar menyusui, dan anak belajar menyusu," tuturnya.
Karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah untuk mengedukasi secara masif. Pemerintah diminta untuk mengoptimalkan peran Puskesmas sebagai pusat untuk memberikan informasi kepada warganya mengenai pentingnya memberikan asupan ASI kepada bayi.
Pihaknya juga meminta pemerintah untuk membuat aturan yang membatasi iklan-iklan susu formula di berbagai media. "Fatayat gak pernah kerja sama dengan iklan-iklan susu so far. Memberikan susu (formula) setelah 18 bulan oke, fine lah itu, tetap kalau susu di bawah di 18 bulan, saya larang untuk kerja sama karena hanya ASI yang paling pantas untuk bayi," katanya.(Baca juga: Pemprov Sulsel Libatkan 1.000 Tokoh Agama untuk Edukasi Bahaya COVID-19 )
Dikatakan Anggia, sebenarnya tidak ada cerita seorang ibu tidak bisa menyusui. "Kalau dia gak bisa menyusui, itu karena mungkin anak pertama makanya ibu harus belajar menyusui, dan anak belajar menyusu," tuturnya.
Karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah untuk mengedukasi secara masif. Pemerintah diminta untuk mengoptimalkan peran Puskesmas sebagai pusat untuk memberikan informasi kepada warganya mengenai pentingnya memberikan asupan ASI kepada bayi.
(abd)
Lihat Juga :