MA dan BNPT Bahas Kerja Sama Pelindungan Hakim Perkara Terorisme

Senin, 27 Juli 2020 - 19:17 WIB
MA dan BNPT membahas kerja sama pemberian pelindungan bagi para hakim yang menangani perkara terorisme. FOTO/SINDOnews/SABIR LALUHU
JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membahas kerja sama pemberian pelindungan bagi para hakim yang menangani perkara terorisme.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah menyatakan, MA telah dua kali melakukan rapat koordinasi dengan BNPT guna membahas aspek-aspek terkait cara dan proses pemberian pelindungan dalam penanganan perkara terorisme. Rapat kedua, ujar dia, terjadi pada Jumat (24/7/2020) yang berlangsung di kantor BNPT.



"Kita membahas pelindungan bagi saksi dan korban perkara terorisme. Yang kedua, pelindungan bagi penyidik, penuntut umum, dan hakim kemudian lembaga pemasyarakatan dalam perkara tindak pidana terorisme," ujar Abdullah saat berbincang dengan SINDOnews di ruangannya di Gedung MA, Jakarta, Senin (27/7/2020) sore.(Baca juga: Dalami Kasus Nurhadi, KPK Panggil Notaris dan Pegawai PT Mitsui )

Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Malang ini membeberkan, sebenarnya di Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme maupun Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2019 tentang Pencegahan Tindak Pidana Terorisme dan Pelindungan terhadap Penyidik, Penuntut Umum, Hakim, dan Petugas Pemasyarakatan pun telah mengatur pemberian pelindungan bagi saksi, korban, penyidik, penuntut umum, hakim, hingga petugas pemasyarakatan.

Abdullah membeberkan, rapat koordinasi MA dan BNPT untuk membahas lebih spesifik dan teknis mekanisme pelindungan bagi para hakim yang menangani perkara terorisme. Saat rapat sebelumnya, kata dia, para pihak mematangkan penyusunan draf kerja sama yang di antara isinya untuk pelindungan bagi para hakim yang menangani perkara terorisme.

"Jadi dengan kerja sama itu nanti ada kewajiban BNPT memberikan pengamanan untuk pelindungan bagi hakim yang menangani tindak perkara terorisme," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!