Denny JA Kenang Momen Pendidikan Pancasila Pecahkan Rekor Dunia
Kamis, 01 Juni 2023 - 17:03 WIB
Juri dari Amerika Serikat beserta timnya datang langsung ke Jakarta. “Mengapa kami ikut menghidupkan kembali Pancasila? Survei LSI Denny JA saat itu (2010-2018) menunjukkan antusiasme kepada negara agama meninggi. Sebaliknya antusiasme kepada Pancasila menurun,” ujar Denny JA.
Baca juga: Doa Ketua MK: Jauhkan dari Saling Curiga, Saling Fitnah
Dalam survei LSI Denny JA yang dilaksanakan di 34 provinsi pada 28 Juni 2018 hingga 5 Juli 2018, diketahui publik yang pro-Pancasila menurun. Pada 2005, publik yang pro-Pancasila angkanya mencapai 85,2 persen, pada 2010 menjadi 81,7 persen.
Lalu, pada 2015 angkanya menjadi 79,4 persen dan turun lagi menjadi 75,3 persen pada 2018. Artinya, dalam waktu 13 tahun, publik yang pro-Pancasila menurun 10 persen.
Di sisi lain, publik yang pro-NKRI bersyariah mengalami kenaikan sebesar 9 persen selama 13 tahun. Pada 2005, angkanya mencapai 4,6 persen, 2010 mencapai 7,3 persen, dan 2015 mencapai 9,8 persen.
Selanjutnya, pada 2018 menjadi 13,2 persen. Dalam survei LSI Denny JA, ada tiga alasan publik yang pro-Pancasila menurun. Pertama, kesenjangan ekonomi semakin tinggi dalam masyarakat.
Kedua, paham alternatif semakin digaungkan di luar Pancasila. Intensifnya paham alternatif di luar Pancasila mampu menarik, terutama warga muslim. Ketiga, tidak tersosialisasi dari masyarakat kepada masyarakat.
Baca juga: Doa Ketua MK: Jauhkan dari Saling Curiga, Saling Fitnah
Dalam survei LSI Denny JA yang dilaksanakan di 34 provinsi pada 28 Juni 2018 hingga 5 Juli 2018, diketahui publik yang pro-Pancasila menurun. Pada 2005, publik yang pro-Pancasila angkanya mencapai 85,2 persen, pada 2010 menjadi 81,7 persen.
Lalu, pada 2015 angkanya menjadi 79,4 persen dan turun lagi menjadi 75,3 persen pada 2018. Artinya, dalam waktu 13 tahun, publik yang pro-Pancasila menurun 10 persen.
Di sisi lain, publik yang pro-NKRI bersyariah mengalami kenaikan sebesar 9 persen selama 13 tahun. Pada 2005, angkanya mencapai 4,6 persen, 2010 mencapai 7,3 persen, dan 2015 mencapai 9,8 persen.
Selanjutnya, pada 2018 menjadi 13,2 persen. Dalam survei LSI Denny JA, ada tiga alasan publik yang pro-Pancasila menurun. Pertama, kesenjangan ekonomi semakin tinggi dalam masyarakat.
Kedua, paham alternatif semakin digaungkan di luar Pancasila. Intensifnya paham alternatif di luar Pancasila mampu menarik, terutama warga muslim. Ketiga, tidak tersosialisasi dari masyarakat kepada masyarakat.
Lihat Juga :