5 Fakta Jenderal Soemitro, Petinggi ABRI yang Mundur setelah Insiden Malari

Rabu, 31 Mei 2023 - 05:55 WIB

2. Punya Peran di Balik Suksesnya Soeharto Menjadi Presiden Indonesia

Soemitro yang kala itu tengah bertugas di Kalimantan Timur dipindahkan ke Jakarta untuk menjadi anggota staf Mayor Jenderal Soeharto pada akhir 1965.

Baca Juga: Darah Mendidih karena Dihina, Jenderal Soemitro Nyaris Sobek Mulut Perempuan Gerwani



Kondisi politik Indonesia yang tengah memburuk kala itu membuat Soeharto berupaya untuk mengambil alih kekuasaan. Hal tersebut membuatnya mencari dukungan dari kalangan perwira, yang salah satunya adalah Soemitro.

Soeharto sempat memerintahkan Soemitro dan Basuki Rahmat untuk mencatat perintah dan meneruskannya kepada pasukan pada Maret 1966.

3. Berbeda Pendapat dengan Ali Moertopo

Soemitro yang kala itu menjadi Kopkamtib merangkap sebagai Wakil Panglima ABRI berseteru dengan Ali yang tengah menjabat sebagai perwira intelijen merangkap Asisten Pribadi (Aspri) Presiden Soeharto.

Perseteruan ini dimulai ketika Soemitro ingin memotong keterlibatan militer dalam politik Soeharto. Namun disisi lain Ali justru menginginkan hal yang sebaliknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!