Dana Pemda Terus Mengendap saat Banyak Jalan Rusak
Minggu, 28 Mei 2023 - 08:34 WIB
Foto/dok.SINDOnews
Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI
Ketua Dewan Pembina Alumni Doktor Ilmu Hukum UNPAD
Dosen Tetap Fakultas Hukum, Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Terbuka
dan Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA)
KETIKA warganet dari berbagai wilayah ramai-ramai melaporkan jalan rusak di daerah mereka kepada Presiden Joko Widodo melalui media sosial, itulah ironi yang nyaris tak berkesudahan akibat minimnya kepedulian aparatur daerah. Padahal, ada ratusan triliun dana pemerintah daerah (pemda) yang mestinya bisa digunakan untuk merawat dan memperbaiki semua ruas jalan yang rusak itu masih mengendap di perbankan.
Sebagai pengguna, wajar jika masyarakat sangat peduli. Sebab, ruas jalan berkait langsung dengan aktivitas produksi dan distribusi serta kelancaran mobilitas warga. Sebaliknya, entah apa yang menjadi kepedulian sejumlah Pemda terhadap kerusakan infrastruktur dasar itu. Karena kepedulian warga nyaris tak pernah ditanggapi otoritas setempat, keluh-kesah mereka akhirnya disuarakan di ruang publik, bahkan melaporkannya langsung kepada Kepala Negara.
Ketua MPR RI
Ketua Dewan Pembina Alumni Doktor Ilmu Hukum UNPAD
Dosen Tetap Fakultas Hukum, Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Terbuka
dan Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA)
KETIKA warganet dari berbagai wilayah ramai-ramai melaporkan jalan rusak di daerah mereka kepada Presiden Joko Widodo melalui media sosial, itulah ironi yang nyaris tak berkesudahan akibat minimnya kepedulian aparatur daerah. Padahal, ada ratusan triliun dana pemerintah daerah (pemda) yang mestinya bisa digunakan untuk merawat dan memperbaiki semua ruas jalan yang rusak itu masih mengendap di perbankan.
Sebagai pengguna, wajar jika masyarakat sangat peduli. Sebab, ruas jalan berkait langsung dengan aktivitas produksi dan distribusi serta kelancaran mobilitas warga. Sebaliknya, entah apa yang menjadi kepedulian sejumlah Pemda terhadap kerusakan infrastruktur dasar itu. Karena kepedulian warga nyaris tak pernah ditanggapi otoritas setempat, keluh-kesah mereka akhirnya disuarakan di ruang publik, bahkan melaporkannya langsung kepada Kepala Negara.
Lihat Juga :