Mengenal 5 Kapolri Pertama, Salah Satunya Terkenal Jujur dan Anti Korupsi
Senin, 15 Mei 2023 - 16:49 WIB
Pembangunan kantor Kepolisian di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan sebutan Markas Besar Djawatan Kepolisian Negara RI (DKN) yang menjadi Markas Besar Kepolisian sampai sekarang, menjadi salah satu jasa dari Soekanto.
Sayangnya dia harus mengakhiri karier di kepolisian pada 14 Desember 1959 setelah diberhentikan oleh Presiden Soekarno. Hal itu disebabkan lantaran penolakannya atas penggabungan TNI dan Polri ke dalam ABRI. Soekanto meninggal pada tahun 1993 di Jakarta ketika usianya telah menginjak 83 tahun.
Masa kepemimpinannya ditandai konflik dengan Belanda dan pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan PKI, DI/TII, APRA dan lain-lain, namun hal-hal tersebut ditanganinya dengan baik.
Pada masa kepemimpinannya ini juga Kepolisian mulai bergabung dengan TNI ke dalam ABRI pada 1960. Hingga pada 30 Desember 1963 dia mulai pensiun dari kepolisian. Kapolri ke-dua ini meninggal pada 27 November 1975.
Semasa kepemimpinannya, Jenderal Soetjipto sempat mendirikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Kepolisian (Seskoak) di Lembang, Bandung, pada 19 Maret 1965.
Setelah pensiun dari kepolisian pada 8 Mei 1965, dia sempat ditugaskan untuk menjadi Dubes Indonesia untuk Bulgaria periode 1966-1969, dan sempat menjadi anggota DPR-MPR RI sepanjang tahun 1971 sampai 1974. Purnawirawan Polisi ini meninggal pada 12 Oktober 1998 pada usia 76 tahun.
Sayangnya dia harus mengakhiri karier di kepolisian pada 14 Desember 1959 setelah diberhentikan oleh Presiden Soekarno. Hal itu disebabkan lantaran penolakannya atas penggabungan TNI dan Polri ke dalam ABRI. Soekanto meninggal pada tahun 1993 di Jakarta ketika usianya telah menginjak 83 tahun.
2. Komisaris Jenderal Polisi Soekarno Djojonegoro
Setelah Soekanto turun, Komjen Soekarno Djojonegoro kemudian ditunjuk untuk menggantikannya pada 15 Desember 1959. Pria kelahiran 15 Mei 1908 ini berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah.Masa kepemimpinannya ditandai konflik dengan Belanda dan pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan PKI, DI/TII, APRA dan lain-lain, namun hal-hal tersebut ditanganinya dengan baik.
Pada masa kepemimpinannya ini juga Kepolisian mulai bergabung dengan TNI ke dalam ABRI pada 1960. Hingga pada 30 Desember 1963 dia mulai pensiun dari kepolisian. Kapolri ke-dua ini meninggal pada 27 November 1975.
3. Jenderal Polisi Soetjipto Danoekoesoemo
Jenderal Soetjipto Danoekoesoemo lahir pada 28 Februari 1922 di Tulungagung, Jawa Timur. Dia mulai menjabat sebagai Kapolri pada 30 Desember 1963, menggantikan Komjen Soekarno.Semasa kepemimpinannya, Jenderal Soetjipto sempat mendirikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Kepolisian (Seskoak) di Lembang, Bandung, pada 19 Maret 1965.
Setelah pensiun dari kepolisian pada 8 Mei 1965, dia sempat ditugaskan untuk menjadi Dubes Indonesia untuk Bulgaria periode 1966-1969, dan sempat menjadi anggota DPR-MPR RI sepanjang tahun 1971 sampai 1974. Purnawirawan Polisi ini meninggal pada 12 Oktober 1998 pada usia 76 tahun.
Lihat Juga :