Cegah Stunting dan Berdayakan Masyarakat, Pemerintah Lakukan Ini
Senin, 17 April 2023 - 18:09 WIB
"Sebagai seorang ibu, saya sangat concern terhadap perkembangan anak. Sebab itu, saya sebisa mungkin mencukupi asupan gizinya. Namun memenuhi asupan gizinya itu tidak murah. Ketika KSP Moeldoko mensosialisasikan sorgum sebagai sumber pangan alternatif dan kandungan gizinya sangat kaya. Saya sangat mendukung," jelasnya.
"Sorgum mengandung nutrisi seperti protein, serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu kebutuhan gizi pada anak. Untuk itu saya sangat mendukung upaya pemerintah membuat road-map produksi dan hilirisasi sorgum untuk kebutuhan dalam negeri," terang Nurkhasanah.
Nurkhasanah memaparkan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2022. Dia menilai angka ini masih tinggi meski tahun lalu mengalami penurunan 2,8 poin dari tahun sebelumnya.
"Jangankan daerah 3T (terdepan, terdalam, dan terluar), daerah-daerah seperti Cibarusah Bekasi, notabene dekat Jakarta, angka stanting masih tinggi. Perlu lebih masif lagi agar sorgum bisa dikonsumsi masyarakat kota," tutur Nurkhasanah.
Selain itu, Nurkhasanah menyoroti sorgum dari aspek ekonomis. Dia menilai sorgum bernilai ekonomis tinggi.
"Bisa jadi pengganti beras, jagung, dan gandum. Kita sejak kecil terlalu dininabobokan bahwa sumber karbohidrat seolah dari beras. Padahal ada yang lain, salah satunya ya dari sorgum," tuturnya.
"Sorgum mengandung nutrisi seperti protein, serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu kebutuhan gizi pada anak. Untuk itu saya sangat mendukung upaya pemerintah membuat road-map produksi dan hilirisasi sorgum untuk kebutuhan dalam negeri," terang Nurkhasanah.
Nurkhasanah memaparkan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2022. Dia menilai angka ini masih tinggi meski tahun lalu mengalami penurunan 2,8 poin dari tahun sebelumnya.
"Jangankan daerah 3T (terdepan, terdalam, dan terluar), daerah-daerah seperti Cibarusah Bekasi, notabene dekat Jakarta, angka stanting masih tinggi. Perlu lebih masif lagi agar sorgum bisa dikonsumsi masyarakat kota," tutur Nurkhasanah.
Selain itu, Nurkhasanah menyoroti sorgum dari aspek ekonomis. Dia menilai sorgum bernilai ekonomis tinggi.
"Bisa jadi pengganti beras, jagung, dan gandum. Kita sejak kecil terlalu dininabobokan bahwa sumber karbohidrat seolah dari beras. Padahal ada yang lain, salah satunya ya dari sorgum," tuturnya.
Lihat Juga :