Tanggal Berapa Hari Raya Idulfitri Menurut Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU?

Senin, 17 April 2023 - 13:54 WIB

Lebaran Sesuai Keyakinan Masing-masing

Atas kemungkinan perbedaan Hari Raya Idulfitri 2023, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta umat Islam di Indonesia melaksanakan Lebaran sesuai dengan keyakinan masing-masing.

"Maka yang ditempuh sikap bisa toleransi antardua kelompok ini untuk masing-masing, ya Lebaran sesuai dengan keyakinannya, dengan hitungannya. Jadi, bahasa Jawanya legawa," kata Wapres dalam keterangannya, Jumat (14/4/2023).

Menurut Wapres, perbedaan ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu. Meskipun dulu sempat terjadi konflik, tapi saat ini rukun-rukun saja dan saling menghargai metode perhitungan masing-masing.

"Itu sudah kita lakukan bertahun-tahun. Dulu pertama memang agak konflik sedikit yang antara metode ini ribut, tapi belakangan tidak, karena kita terus sosialisasi edukasi, sekarang rukun-rukun saja. Sambil terus mencari metode yang mempertemukan dua metode ini imkanur rukyat dan wujudul hilal," kata Wapres.

Masing-masing organisasi Islam terbesar di Indonesia, baik Muhammadiyah maupun NU, telah mempunyai metode masing-masing untuk menentukan Hari Raya.

"Iya ini kan memang ada perbedaan kriteria ya dalam menetapkan yang satu imkanu rukyat itu di pemerintah menggabungkan hisab dan rukyat. Jadi kemudian hisabnya itu dihitung berapa tingginya tetapi harus dihitung kalau hisabnya di bawah dua itu tidak imkan. Ini kesepakatan termasuk ASEAN itu segitu. Jadi walaupun dia sudah di atas ufuk tapi di bawah dua derajat itu metode inkanurukyat," kata Wapres.

"Tapi Muhammadiyah memang menggunakan wujudul hilal, asal wujud, asal ada saja, walaupun setengah derajat masuk, nah ini beda," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!