KH Marsudi Syuhud Sampaikan Pidato Perdamaian pada Forum GPLC 2023 di India
Jum'at, 14 April 2023 - 13:05 WIB
“Dalam konflik, kita kehilangan kemanusiaan kita, kasih sayang kita, rasa hormat kita, kita juga kehilangan rasa toleransi kita untuk manusia yang diciptakan oleh tuhan,” ujar Kiai Marsudi dikutip, Jumat (14/4/2023).
Konflik yang terjadi bukan hanya merugikan perekonomian, namun mirisnya konflik yang terjadi saat ini banyak menjatuhkan korban jiwa. Menurutnya, konflik-konflik yang terjadi dapat segera terselesaikan dengan mengedepankan nilai-nilai universal yang terletak pada agama dan juga nilai-nilai budaya.
Kiai Marsudi menuturkan selama manusia masih hidup semua permasalahan akan tetap ada dan akan terus terjadi. “Saya berkeyakinan untuk menyelesaikan masalah yang sangat rumit ini. Salah satu solusinya adalah dengan mengedepankan nilai-nilai universal agama yang kita anut, serta nilai-nilai luhur budaya kita yang terus kita amalkan secara turun-temurun,” jelasnya.
“Seperti nilai-nilai tentang "vasudhaiva kutumbakam" visi untuk memajukan kesadaran manusia dan perdamaian yang diyakini oleh masyarakat Hindu, dan nilai-nilai luhur "Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika" yang diyakini dan dipraktikkan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia,” sambungnya.
Masih kata Kiai Marsudi, bahwa di Indonesia menerapkan nilai- nilai luhur yang sangat relevan dengan kondisi yang ada dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana nilai-nilai “Bhinneka Tunggal Ika” harus memiliki kesamaan makna dan perbaikan serta pandangan hidup bersama yang berbeda agama dalam satu bangsa dan negara.
Konflik yang terjadi bukan hanya merugikan perekonomian, namun mirisnya konflik yang terjadi saat ini banyak menjatuhkan korban jiwa. Menurutnya, konflik-konflik yang terjadi dapat segera terselesaikan dengan mengedepankan nilai-nilai universal yang terletak pada agama dan juga nilai-nilai budaya.
Kiai Marsudi menuturkan selama manusia masih hidup semua permasalahan akan tetap ada dan akan terus terjadi. “Saya berkeyakinan untuk menyelesaikan masalah yang sangat rumit ini. Salah satu solusinya adalah dengan mengedepankan nilai-nilai universal agama yang kita anut, serta nilai-nilai luhur budaya kita yang terus kita amalkan secara turun-temurun,” jelasnya.
“Seperti nilai-nilai tentang "vasudhaiva kutumbakam" visi untuk memajukan kesadaran manusia dan perdamaian yang diyakini oleh masyarakat Hindu, dan nilai-nilai luhur "Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika" yang diyakini dan dipraktikkan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia,” sambungnya.
Masih kata Kiai Marsudi, bahwa di Indonesia menerapkan nilai- nilai luhur yang sangat relevan dengan kondisi yang ada dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana nilai-nilai “Bhinneka Tunggal Ika” harus memiliki kesamaan makna dan perbaikan serta pandangan hidup bersama yang berbeda agama dalam satu bangsa dan negara.
Lihat Juga :