Klarifikasi Melchias Mekeng: Saya Tidak Mengajak Boleh Korupsi Asal Nilainya Kecil

Jum'at, 31 Maret 2023 - 06:41 WIB
Begitu juga, kata dia, dengan seorang penjual rokok yang tidak pernah tahu sumber uang dari pembelinya. "Kalau itu yang hasil rampok, lalu beli rokok, kan itu uang haram juga, si penjual rokok makan uang haram. Itu yang maksud saya, yang kecil-kecil itu kayak gitu," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat tidak bisa mengontrol 100 persen sumber uang yang beredar. Kecuali ada instrumen saat orang sebelum melakukan transaksi, harus menyatakan asal-usul sumber uangnya. Indonesia hingga saat ini belum menerapkan model tersebut.

"Kita enggak pernah tahu sumber uang yang kita terima itu dari mana, kita enggak pernah nanya, ini sumbernya dari mana, kan enggak mungkin. Kecuali ada mekanisme kita harus men-declare sumber uangnya dari mana," katanya.

Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR ini menegaskan apa yang disampaikannya bukan lalu mengajak masyarakat boleh korupsi asal nilainya kecil. Pernyataannya bukan pula dirinya mendukung praktik korupsi.

Apa yang disampaikannya untuk mengingatkan masyarakat bahwa dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar bisa makan uang haram karena tidak tahu asal-usul sumber dana seseorang. "Jadi jangan salah persepsi. Bukan berarti saya mendukung praktik korupsi. Meras Rp100 ribu, sama meras Rp100 miliar, sama saja, itu haram. Dan itu perbuatan korupsi. Saya tidak tolerir praktik-praktik begitu," pungkas mantan Ketua Banggar DPR ini.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!