Proses Ajukan Keberatan atas Permohonan Merek dalam Masa Publikasi
Rabu, 08 Maret 2023 - 10:52 WIB
Pada kepemilikan merek, seringkali pemilik merek merasa merek yang telah dimilikinya mencoba didaftarkan pihak lain yang diduga ingin mendompleng kesuksesan.
JAKARTA - Pada kepemilikan merek, seringkali pemilik merek merasa merek yang telah dimilikinya mencoba didaftarkan pihak lain yang diduga ingin mendompleng kesuksesan. Pemilik merek merasa khawatir merek tersebut juga akan didaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sehingga menganggu bisnisnya yang telah berjalan. Jadi, apa yang harus dilakukan pemilik merek tersebut?
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, merek yang ada dalam masa pengumuman/publikasi Berita Resmi Merek (BRM) yang berlangsung selama dua bulan dapat diajukan oposisi/keberatan. Pemilik merek terdaftar yang khawatir mereknya akan didaftar di DJKI dapat memanfaatkan kesempatan ini.
Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kurniaman Telaumbanua menjelaskan masa pengumuman ialah masa yang penting. Pada tahap ini masyarakat dapat mengajukan keberatan atas permohonan pihak lainnya jika merasa permohonan yang sedang diumumkan dapat diindikasikan merugikan atau melanggar hak pemilik merek yang sudah terdaftar atau lebih dulu diajukan.
“Pengajuan keberatan harus bisa melampirkan bukti-bukti yang kuat sehingga dapat menjadi pertimbangan para pemeriksa untuk menerima ataupun menolak suatu permohonan merek,” jelas Kurniaman pada Selasa (7/3/2023) di Kantor DJKI, Jakarta Selatan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, merek yang ada dalam masa pengumuman/publikasi Berita Resmi Merek (BRM) yang berlangsung selama dua bulan dapat diajukan oposisi/keberatan. Pemilik merek terdaftar yang khawatir mereknya akan didaftar di DJKI dapat memanfaatkan kesempatan ini.
Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kurniaman Telaumbanua menjelaskan masa pengumuman ialah masa yang penting. Pada tahap ini masyarakat dapat mengajukan keberatan atas permohonan pihak lainnya jika merasa permohonan yang sedang diumumkan dapat diindikasikan merugikan atau melanggar hak pemilik merek yang sudah terdaftar atau lebih dulu diajukan.
“Pengajuan keberatan harus bisa melampirkan bukti-bukti yang kuat sehingga dapat menjadi pertimbangan para pemeriksa untuk menerima ataupun menolak suatu permohonan merek,” jelas Kurniaman pada Selasa (7/3/2023) di Kantor DJKI, Jakarta Selatan.
Lihat Juga :