Pemuda Perindo Beberkan Faktor Penghambat Pembangunan Papua
Minggu, 19 Februari 2023 - 20:36 WIB
“Harus lebih banyak lagi pemuda yang diberikan ruang begitu ya. Tidak hanya mungkin di Papua tapi juga pemuda yang ingin membantu di sana,” kata lulusan Ilmu Antropologi Universitas Cendrawasih itu.
Mega menguraikan bagaimana peran pemuda bisa dihidupkan dalam berbagai aktivitas yang mereka lakukan dalam hal apa saja. Karena menurutnya, sering kali pemerintah kurang melihat, bahkan kurang melirik semangat pemuda untuk membangun sehingga semangat pemuda itu tidak tersalurkan.
Padahal, ada banyak organisasi-organisasi kepemudaan di Papua yang memiliki keinginan untuk berpartisipasi. “Sehingga mungkin juga nantinya akan ada regenerasi dari apa yang akan kita tuju begitu ya untuk pembangunan Papua sendiri,” ungkapnya.
Adapun hal yang menghambat pembangunan Papua, kata dia, sebelum adanya pemekaran Provinsi Papua, ada rentang wilayah yang sangat luas, sehingga pemerintah sulit menjangkau ke pelosok-pelosok. Kemudian, terjadinya konflik antarkelompok sehingga energi masyarakat Papua habis di perang antarkelompok ini.
Dia menambahkan, pemerintah daerah (pemda) juga menjadi salah satu penghambat pembangunan sejauh ini. Sebelum pemekaran provinsi ini, ada pengawasan kewenangan dan penggunaan anggaran yang tidak baik sehingga memunculkan peluang-pulang korupsi karena pengelolaan yang tidak transparan.
Misalnya, anggaran untuk tenaga pengajar dan tenaga kesehatan honorer, yang disalahgunakan, sehingga menghambat pembangunan di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Menghambat kerja mereka di kampung, menghambat pelayanan mereka di kesehatan. Sehingga memang dengan mungkin adanya pemekaran ini ini semua bisa lebih baik lebih rapi lagi, lebih terbuka begitu ya. Dan juga mungkin bisa terbagi-bagi yang lebih transparan gitu ya,” ujarnya.
Mega menguraikan bagaimana peran pemuda bisa dihidupkan dalam berbagai aktivitas yang mereka lakukan dalam hal apa saja. Karena menurutnya, sering kali pemerintah kurang melihat, bahkan kurang melirik semangat pemuda untuk membangun sehingga semangat pemuda itu tidak tersalurkan.
Padahal, ada banyak organisasi-organisasi kepemudaan di Papua yang memiliki keinginan untuk berpartisipasi. “Sehingga mungkin juga nantinya akan ada regenerasi dari apa yang akan kita tuju begitu ya untuk pembangunan Papua sendiri,” ungkapnya.
Adapun hal yang menghambat pembangunan Papua, kata dia, sebelum adanya pemekaran Provinsi Papua, ada rentang wilayah yang sangat luas, sehingga pemerintah sulit menjangkau ke pelosok-pelosok. Kemudian, terjadinya konflik antarkelompok sehingga energi masyarakat Papua habis di perang antarkelompok ini.
Dia menambahkan, pemerintah daerah (pemda) juga menjadi salah satu penghambat pembangunan sejauh ini. Sebelum pemekaran provinsi ini, ada pengawasan kewenangan dan penggunaan anggaran yang tidak baik sehingga memunculkan peluang-pulang korupsi karena pengelolaan yang tidak transparan.
Misalnya, anggaran untuk tenaga pengajar dan tenaga kesehatan honorer, yang disalahgunakan, sehingga menghambat pembangunan di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Menghambat kerja mereka di kampung, menghambat pelayanan mereka di kesehatan. Sehingga memang dengan mungkin adanya pemekaran ini ini semua bisa lebih baik lebih rapi lagi, lebih terbuka begitu ya. Dan juga mungkin bisa terbagi-bagi yang lebih transparan gitu ya,” ujarnya.
Lihat Juga :