DPR Soroti Mendikbud: Pak Nadiem, Anak SD Susah Belajar dari HP!
Rabu, 15 Juli 2020 - 16:33 WIB
Khalidza Anindita Putri, siswa SD Negeri 10 Jagakarsa, Jakarta Selatan mengerjakan tugas sekolah yang dikirim melalui grup WhatsApp kelas saat berada di warung milik orang tuanya di Depok, Jawa Barat. Rabu (15/7/2020). Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menyoroti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan mempermanenkan kegiatan belajar secara jarak jauh. Menurutnya kebijakan itu sangat tidak efektif, apalagi bagi daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
"Apakah ke depan pola sama dengan cara school from home?" tanya Said kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7/2020)
Dia mengatakan, pola-pola pembelajaran seperti ini sangat membutuhkan dukungan teknologi dan juga listrik. Sementara, tidak semua daerah memiliki jangkauan teknologi seperti internet dan aliran listrik yang terjangkau.
(Baca: Tak Libatkan Pemda, BSNP: Pendidikan Jarak Jauh Mendikbud Amburadul)
"Tapi Pak Nadiem masih 17% tidak teraliri listrik daerah. Contoh nyata Sumenep di Madura, 287 desa, 34 desa tidak ada listrik," kata dia.
Said meminta Nadiem untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Terlebih, dalam situasi seperti saat ini, banyak masyarakat yang kesulitan baik secara teknis maupun ekonomi.
"Apakah ke depan pola sama dengan cara school from home?" tanya Said kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7/2020)
Dia mengatakan, pola-pola pembelajaran seperti ini sangat membutuhkan dukungan teknologi dan juga listrik. Sementara, tidak semua daerah memiliki jangkauan teknologi seperti internet dan aliran listrik yang terjangkau.
(Baca: Tak Libatkan Pemda, BSNP: Pendidikan Jarak Jauh Mendikbud Amburadul)
"Tapi Pak Nadiem masih 17% tidak teraliri listrik daerah. Contoh nyata Sumenep di Madura, 287 desa, 34 desa tidak ada listrik," kata dia.
Said meminta Nadiem untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Terlebih, dalam situasi seperti saat ini, banyak masyarakat yang kesulitan baik secara teknis maupun ekonomi.
Lihat Juga :