Panglima TNI Pimpin Upacara Alih Kodal PPRC TNI dari Divif 1 ke Divif 2 Kostrad

Senin, 06 Februari 2023 - 17:44 WIB
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, operasional PPRC TNI berdasarkan pada azas operasi militer selain perang atau OMSP. Berdasarkan hal itu, kekuatan PPRC TNI dapat digunakan untuk mengatasi berbagai ancaman antara lain gerakan separatis, pemberontakan bersenjata, aksi terorisme, pelanggaran di wilayah perbatasan, ancaman terhadap objek vital nasional strategis dan ancaman pembajakan, perombakan, serta penyelundupan.

Menurut Panglima, personel PPRC TNI merupakan gabungan dari tiga matra, yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Karena itu, perlu dilaksanakan pembinaan secara bertingkat dan berlanjut. Pelatihan antarsatuan tugas darat, laut, dan udara tidak boleh dilaksanakan secara sendiri-sendiri tapi harus terpadu dan dilaksanakan dengan skenario latihan yang realistis.

"Selain itu, prajurit yang tergabung dalam PPRC TNI harus memiliki kesamaan teknik, taktik, dan prosedur meskipun berasal dari matra yang berbeda. Termasuk pola pikir, terminologi serta pola tindak prajurit PPRC TNI juga harus seragam sehingga interoperabilitas akan tercapai dan PPRC TNI akan semakin padu," katanya.

Dalam sertijab Alih Kodal PPRC TNI, Panglima Yudo memberikan beberapa instruksi. Pertama, memelihara dan meningkatkan terus kesiapan operasional dan kemampuan profesionalisme prajurit. Kedua, memelihara peralatan dan alutsista yang dimiliki dengan rasa tanggung jawab untuk mendukung kelancaran tugas.

Baca juga: Panglima Kostrad yang Dimutasi Jadi KSAD, Empat Orang Berhasil Melesat Jadi Panglima TNI
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!