Manusia yang Makin Terdigital: Tantangan dalam Hidup Modern

Rabu, 15 Juli 2020 - 06:30 WIB
Hidup mekanis adalah hidup yang tidak perlu direfleksikan dan direnungkan. Semuanya berjalan begitu saja. Pagi-pagi bangun tidur, bersiap-siap untuk bekerja atau menjalani hari, semua itu berlangsung secara cepat. Mereka yang bekerja di kantor atau menjalankan bisnis sendiri bekerja dengan tuntutan atau target tertentu. Dalam situasi seperti itu hidup menjadi seperti robot.

Beruntung teknologi menyediakan hiburan-hiburan sehingga selama menjalani waktu sehari-hari itu orang masih bisa tertawa, sedih, gembira, terharu. Semua itu dipicu oleh konten yang dihadirkan melalui perangkat teknologi digital yang selalu kita genggam ke mana-mana. Ponsel tidak lagi hanya alat komunikasi. Ia adalah teman dalam suka dan duka sekaligus. Dengan ponsel hidup kita terdigitalkan. Dibangunkan oleh alarm, diingatkan oleh kalender, dihibur oleh tayangan video atau gambar atau dibuat terharu atau sedih oleh cerita yang memenuhi layar.

Singkatnya manusia-ponsel adalah sudah seperti kepingan mata uang dengan dua sisi. Ia menjadi teman yang personal dan asisten sekaligus dalam aktivitas di tempat kerja. Sepanjang waktu. Jadi ketergantungan manusia terhadap ponsel sudah tak terelakkan lagi.

Di dalam dunia korporasi dan organisasi birokrasi, ponsel juga sudah menjadi instrumen untuk mengerjakan tugas-tugas rutin. Ia meringankan dan memberatkan sekaligus. Meringankan karena kemampuannya untuk mengerjakan tugas yang semakin "pintar". Memberatkan karena membuat hakikat manusia sebagai individu yang otonom tidak lagi berdaya tanpa ada ponsel di saku atau genggaman tangan.

Berbagai proyeksi tentang manusia di masa depan lalu dibuat. Orang berimajinasi bahwa di masa depan antara ponsel dan tubuh manusia tidak lagi ada jarak yang terpisah. Ia menyatu dalam tubuh fisik selama 24 jam sehingga orang tidak lagi perlu khawatir bahwa ponselnya ketinggalan di suatu tempat. Manusia yang terdigitalkan oleh situasi seperti itu sering disebut transhuman. Manusia yang melampaui fitrah manusia. Tantangan itu bukan lagi fiksi yang hidup di awang-awang atau dunia imajinasi. Berbagai perusahaan besar di dunia telah melakukan riset atau studi yang mengintegrasikan dua sisi itu dalam satu kepingan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!