Sejarah dan Makna di Balik Tema Hari Gizi Nasional 2023
Rabu, 25 Januari 2023 - 22:19 WIB
Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap 25 Januari. Pada peringatan HGN 2023, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengusung tema Protein Hewani Cegah Stunting. FOTO/DIREKTORAT SEKOLAH DASAR KEMENDIKBUDRISTEK
JAKARTA - Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap 25 Januari. Pada peringatan HGN 2023, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengusung tema Protein Hewani Cegah Stunting dengan slogan Protein Hewani Setiap Makan dan Isi Piringku Kaya Protein Hewani.
Mengutip situs resmi Kemenkes, tema Protein Hewani Cegah Stunting sengaja diangkat pada HGN 2023 karena persoalan stunting belum sepenuhnya tertangani. Sementara di sisi lain, konsumsi protein hewani terbukti mampu mencegah stunting.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015, stunting didefinisikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan jika tidak tertangani karena akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) sebuah bangsa di masa mendatang.
Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kemenkes, prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada 2021. Angka ini memang menurun dibanding 2019 yang sebesar 27,7%. Namun angka tersebut masih jauh dari target yang dicanangkan Kemenkes pada 2024 sebesar 14%.
Mengutip situs resmi Kemenkes, tema Protein Hewani Cegah Stunting sengaja diangkat pada HGN 2023 karena persoalan stunting belum sepenuhnya tertangani. Sementara di sisi lain, konsumsi protein hewani terbukti mampu mencegah stunting.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015, stunting didefinisikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan jika tidak tertangani karena akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) sebuah bangsa di masa mendatang.
Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kemenkes, prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada 2021. Angka ini memang menurun dibanding 2019 yang sebesar 27,7%. Namun angka tersebut masih jauh dari target yang dicanangkan Kemenkes pada 2024 sebesar 14%.
Lihat Juga :