Jeli Memilih Instrumen Investasi

Senin, 11 Mei 2015 - 09:20 WIB
Jeli Memilih Instrumen...
Jeli Memilih Instrumen Investasi
A A A
Bagi mereka yang memiliki dana tunai cukup, saat ini bisa menjadi peluang terbaik untuk melipatgandakannya.

Caranya, dengan membeli produk- produk investasi yang saat ini trennya sedang menurun. Menurut Perencana Keuangan Eko Endarto, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang fluktuatif saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengoleksi saham dengan harga murah, terutama bagi investor yang memiliki horizon jangka panjang. Karena itu, pilihannya pun banyak dan terbuka.

”Bagi investor yang berorientasi jangka pendek, mereka bisa melepas saham ataupun menyimpan dan kemudian bisa beralih ke instrumen pasar uang, deposito, ataupun produk jangka pendek lain,” papar Eko. Alternatif lain yang bisa dijadikan pilihan berinvestasi saat IHSG melemah yaitu emas. Mengapa emas? Karena investasi emas memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan investasi jangka pendek.

”Emas cukup stabil, bisa menjaga inflasi, serta jika sewaktu-waktu investor sedang membutuhkan tambahan dana, emas akan mudah untuk dijual dan bisa mendapatkan hasil lebih besar dibandingkan deposito, ataupun pasar uang,” papar Eko. Namun, menurut Eko, hal yang penting bagi investor adalah horizon investasi, agar lebih mudah dalam memilih instrumen investasi yang akan dipilih. ”Investor harus bisa menentukan tujuan investasinya, jangka pendek, menengah, ataupun panjang,” tuturnya.

Hal senada disampaikan juga oleh perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno. Menurut Mike, sebelum melakukan investasi, investor harus memilih tujuan investasi terlebih dulu. Investasi saham, menurutnya, memang akan mendapatkan hasil yang lebih tinggi, namun memiliki risiko yang tinggi pula. Pilihan yang aman adalah investasi emas, jika perencanaan investasinya jangka panjang–deposito cocok untuk investasi jangka pendek.

”Emas yang bisa dijadikan alternatif investasi untuk jangka panjang, ataupun deposito untuk pilihan instrumen investasi jangka pendek dan deposito lebih aman dan risiko yang kecil,” ujar Mike. Dia menambahkan, investor perlu membuat diversifikasi dengan membikin komposisi portofolio baru yang disertai penyebaran risiko.

Kemudian, investor muda bisa memilih investasi jangka panjang dengan high return. ”Tapi juga akan mendapatkan hasil yang besar, contohnya saham,” katanya.

Robi ardianto
(ars)
Berita Terkait
Jabatan Apa pun yang...
Jabatan Apa pun yang Diemban, Milenial Harus Punya Integritas
Puasa di Tengah Pandemi...
Puasa di Tengah Pandemi Covid-19, Jaga Gizi Seimbang dan Berpikir Positif
iPhone Bakal Dibekali...
iPhone Bakal Dibekali Kamera Periskop di 2020
Menghadapi Ujian pada...
Menghadapi Ujian pada Hari Kemenangan
Bertahan di Tengah Pandemi,...
Bertahan di Tengah Pandemi, Pengusaha Dituntut Kreatif untuk Survive
New Normal, Kebutuhan...
New Normal, Kebutuhan Alat Olah Raga Baru Meningkat
Berita Terkini
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Infografis
6 Alasan Mohamed bin...
6 Alasan Mohamed bin Zayed Investasi Rp532,6 T untuk Ras Al Hekma Mesir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved