Bamsoet Tegaskan Jokowi Pernah Bikin KIH Galau
Minggu, 10 Mei 2015 - 18:27 WIB
Bamsoet Tegaskan Jokowi Pernah Bikin KIH Galau
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut pernah menawarkan Koalisi Merah Putih (KMP) masuk dalam pemerintahan, namun hingga kini tetap tidak bergabung.
Bendahara Umum (Bendum) Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Bali Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, KMP menyepakati tetap akan akan mendukung Pemerintah Jokowi meskipun tidak masuk dalam kabinet.
"Betul, Jokowi pernah mengatakan KMP masuk pemerintahan, dia menantang KMP kalau serius dukung maka masuk ke pemerintahan," kata Bambang di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2015).
Anggota Komisi III DPR mengklaim, Jokowi menawarkan tujuh kursi menteri kepada KMP. Namun, tawaran tersebut masih ditolak secara halus.
"Jokowi menawarkan tujuh kursi, makanya KIH (Koalisi Indonesia Hebat) galau, sampai saat ini kita masih menolak secara halus," imbuhnya.
Bambang mengatakan, jika mempunyai nafsu kekuasaan maka sangat tertarik bergabung dengan pemerintahan, dia mencontohkan Golkar hasil Munas Ancol yang dipimpin oleh Agung Laksono dan Zainudin Amali.
"Jadi ketika nafsunya masuk kekuasaan maka dia pasti ingin masuk kabinet, seperti Munas Ancol, kita dorong dari luar saja," tandasnya.
Bendahara Umum (Bendum) Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Bali Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, KMP menyepakati tetap akan akan mendukung Pemerintah Jokowi meskipun tidak masuk dalam kabinet.
"Betul, Jokowi pernah mengatakan KMP masuk pemerintahan, dia menantang KMP kalau serius dukung maka masuk ke pemerintahan," kata Bambang di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2015).
Anggota Komisi III DPR mengklaim, Jokowi menawarkan tujuh kursi menteri kepada KMP. Namun, tawaran tersebut masih ditolak secara halus.
"Jokowi menawarkan tujuh kursi, makanya KIH (Koalisi Indonesia Hebat) galau, sampai saat ini kita masih menolak secara halus," imbuhnya.
Bambang mengatakan, jika mempunyai nafsu kekuasaan maka sangat tertarik bergabung dengan pemerintahan, dia mencontohkan Golkar hasil Munas Ancol yang dipimpin oleh Agung Laksono dan Zainudin Amali.
"Jadi ketika nafsunya masuk kekuasaan maka dia pasti ingin masuk kabinet, seperti Munas Ancol, kita dorong dari luar saja," tandasnya.
(maf)