Mesir Berniat Jiplak Moratorium CPNS Indonesia

Kamis, 23 April 2015 - 05:10 WIB
Mesir Berniat Jiplak...
Mesir Berniat Jiplak Moratorium CPNS Indonesia
A A A
JAKARTA - Kebijakan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dicermati oleh pemerintah Mesir. Mewakili pemerintah Mesir, Menteri Perencanaan, Pengembangan dan Reformasi Administrasi Mesir Ashraf El Araby berniat mempelajari moratorium penerimaan CPNS.

Kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Yuddy Chrisnandi, Menteri Ashraf menyatakan niat ingin mempelajari mengenai reformasi birokrasi, khususnya penataan aparatur sipil negara dan e-government.

Dikatakan Ashraf, jumlah PNS di Mesir sekitar 6,5 juta, sementara jumlah penduduknya sekitar 90 juta. “Kami berniat untuk mempelajari penanganan SDM aparatur, khususnya terkait kebijakan moratorium penerimaan CPNS di Indonesia,” ujar Ashraf yang didampingi oleh Pejabat Kedutaan Besar Mesir, Amin Sabry A Meguid di Jakarta, Rabu 22 April kemarin.

Menteri Yuddy yang didampingi oleh Sesmenpan Dwi Wahyu Atmaji dan Deputi Bidang Kelembagaan Rini Widyantini, menyambut baik niat pemerintah Mesir tersebut. Dia mengatakan, saat ini Kemenpan RB juga sedang menerapkan untuk tidak merekrut CPNS selama lima tahun.

Menurutnya, hal itu akan membuat penghematan terhadap belanja negara yang terkait dengan pengadaan fasilitas untuk PNS. “Sejak tahun lalu kami sudah mengeluarkan kebijakan moratorium penerimaan CPNS. Selama lima tahun kami tidak merekrut CPNS, karena total PNS di Indonesia saat ini mencapai 4,3 juta dan itu membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan PNS,” kata Yuddy.

Yuddy menambahkan, saat ini program e-government di Indonesia masuk tahap awal implementasi. Kemenpan RB sudah melakukan studi banding dengan Korea dan Singapura yang sudah sukses menjalankan e-government. Saat ini Indonesia dalam proses mengintegrasikan program e-government di masing-masing instansi pemerintah.

“Memang sekarang baru beberapa yang menerapkan. Tetapi target kami dalam lima tahun ke depan program itu sudah dijalankan di semua instansi pemerintah,” kata Yuddy.

Menurut Yuddy, masalah terbesar dalam pelaksanaan e-government adalah sistem keamanan, dan masing-masing instansi memiliki sistem sendiri. “Tetapi kami sudah memiliki road map sehingga akan menjadi acuan kita untuk dilaksanakan hingga lima tahun mendatang,” kata Yuddy.
(hyk)
Berita Terkait
DPR dan Menpanrb Bahas...
DPR dan Menpanrb Bahas Rekrutmen CPNS Tahun 2021
Begini Suasana SKD CPNS...
Begini Suasana SKD CPNS di Kantor Pusat BKN
880 Peserta Ikuti Tes...
880 Peserta Ikuti Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS di Jakarta
Seleksi CPNS 2024 Resmi...
Seleksi CPNS 2024 Resmi Dibuka, Ini yang Harus Diperhatikan
Mahasiswa Ditangkap,...
Mahasiswa Ditangkap, Jadi Joki Tes CPNS Kemenkumham di Makassar
7 Instansi dengan Persyaratan...
7 Instansi dengan Persyaratan Wajib Tes TOEFL di Seleksi CPNS 2024
Berita Terkini
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
4 Kombes Pol Dimutasi...
4 Kombes Pol Dimutasi Jadi Penyidik Kortas Tipidkor pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved