Indonesia Butuh Perempuan Pemberantas Korupsi

Rabu, 22 April 2015 - 11:54 WIB
Indonesia Butuh Perempuan...
Indonesia Butuh Perempuan Pemberantas Korupsi
A A A
JAKARTA - Peringatan hari lahir Raden Ajeng Kartini (21 April 1879) bukan hanya momentum untuk mengingatkan bahwa bangsa ini butuh pejuang perempuan di setiap segi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Indonesia juga butuh pejuang perempuan pemberantas korupsi di era modern. Hal ini mengingat banyaknya tindak pidana korupsi yang juga melibatkan kaum perempuan, seperti Wa Ode Nurhayati, Angelina Patricia Pinkan Sondakh alias Angie, Nunun Nurbaitie, Miranda Swaray Goeltom, Ratu Atut Chosiyah, Neneng Sri Wahyuni, Masyito, dan Nurlatifah.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, perempuan dapat berkontribusi besar dan berperan dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Perempuan, kata Puan, merupakan salah satu ”tiang negara” yang dapat membuat bangsa ini tetap berdiri tegak.

Hal itu disampaikan Puan seusai menjadi pembicara kunci dalam acara Gerakan Nasional Antikorupsi yang mengusung slogan ”Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAG). Gerakan yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini digelar bertepatan dengan Hari Kartini.

Menurut Puan, perempuanperempuan Indonesia harus menempatkan posisi yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga buat keluarga dan lingkungan. Di samping itu, Puan berharap ada kaum perempuan menjadi salah satu pimpinan KPK pada masa yang akan datang.

”Silakan berproses dan mengikuti mekanisme untuk menjadi calon pimpinan KPK,” ujarnya. Imbauan Puan ini merespons pernyataan Plt Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki yang menantang kaum perempuan Indonesia untuk menjadi calon pimpinan KPK periode mendatang. Ruki menilai, perempuan juga berhak menjadi pimpinan KPK karena kemampuan tidak dapat dinilai berdasarkan gender.

Sabir laluhu
(bbg)
Berita Terkait
PBH Diharapkan Memiliki...
PBH Diharapkan Memiliki Peran Lebih dalam Mengedukasi Masyarakat di Bidang Hukum
Usai Dieksekusi Cambuk,...
Usai Dieksekusi Cambuk, Terpidana Pelanggar Syariat Islam Ini Tersungkur
Buka Mubes Gakum Kosgoro...
Buka Mubes Gakum Kosgoro 57, Agung Laksono Minta Hukum Tak Hanya Tajam ke Bawah Saja
Pembukaan Kantor Hukum...
Pembukaan Kantor Hukum Samara, Barita: Komjak RI Konsisten Jalankan Pegawasan Demi Tegaknya Keadilan
Apa Saja Jenis Tata...
Apa Saja Jenis Tata Hukum yang Ada di Indonesia? Berikut Penjabarannya
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved