UE Janji Tangani Krisis Imigran

Selasa, 21 April 2015 - 10:31 WIB
UE Janji Tangani Krisis...
UE Janji Tangani Krisis Imigran
A A A
LUXEMBOURG - Para menteri luar negeri (menlu) Uni Eropa (UE) berjanji akan melakukan berbagai upaya untuk mencegah tragedi kematian para imigran di Laut Mediterania.

Mereka akan meningkatkan operasi penyelamatan dan penangkapan para pelaku perdagangan manusia. Sikap tegas UE itu setelah tragedi tenggelamnya kapal yang mengangkut lebih dari 700 imigran di perairan Mediterania akhir pekan lalu. Sebagian besar pemerintahan negara anggota UE enggan mendanai operasi penyelamatan karena khawatir akan mendorong warga di Afrika utara untuk tetap bersemangat mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Tapi, kini mereka harus bertindak karena banyak imigran yang tewas saat berlayar ke Eropa. ”Apa yang terjadi pada (krisis imigran) menyangkut reputasi UE,” kata Menlu Italia Paolo Gentiloni kepada reporter saat hendak mengikut rapat di Luxembourg kemarin. ”Kita tidak memiliki tanggap darurat UE dan jawaban dari Italia (mengenai krisis imigran itu),” imbuhnya dikutip Reuters.

Para menlu UE mengheningkan cipta selama beberapa detik sebelum memulai rapat untuk memberikan penghormatan kepada para korban imigran yang tewas. Komite Eksekutif UE mengungkapkan, pasukan penjaga pantai Italia berhasil menyelamatkan 8.000 imigran di Laut Mediterania dalam satu pekan terakhir.

Data Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) menyebutkan sedikitnya 3.500 orang meninggal saat menyeberang di Laut Mediterania pada 2014. Kepala Kebijakan UE Federica Mogherini mengungkapkan, dia ingin membangun kesepahaman dan tanggung jawab untuk menangani krisis pengungsi itu. Para pemimpin UE juga akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) darurat di Brussels pekan ini.

”Tugas moral UE untuk mencegah tragedi itu terjadi lagi dan lagi. Kita tidak lagi memiliki lebih banyak alasan (untuk tidak segera bertindak),” kata Mogherini, dilansir AFP. Dia juga menegaskan tidak ada solusi mudah dan magis dalam penanganan krisis pengungsi itu. ”Insiden tenggelamnya kapal imigran itu akan memberikan momentum untuk mencari kebijakan migrasi yang sama,” tambahnya.

Pemerintah Inggris mengusulkan penangkapan mafia penyelundupan manusia di Afrika utara yang memperoleh ribuan dolar setiap mengirimkan warga ke perairan Mediterania. Sedangkan Australia mendukung proposal Italia untuk mendirikan kamp diTimur Tengah dan Afrika untuk menampung permintaan suaka sehingga tidak perlu menyeberangi Laut Mediterania.

Menteri Urusan Eropa dari Prancis Harlem Desir mengatakan, operasi perlindungan perbatasan UE Triton yang menggantikan Mare Nostrum ternyata tidak efektif karena ruang kerjanya sangat dibatasi.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved