Peringatan KAA Momentum Umumkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Senin, 20 April 2015 - 19:28 WIB
Peringatan KAA Momentum...
Peringatan KAA Momentum Umumkan Indonesia Poros Maritim Dunia
A A A
JAKARTA - Di saat Soekarno menggagas Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955, dunia sedang terbelah dalam kekuatan bipolar: Blok Barat dan Blok Timur. Lewat KAA, Soekarno menggagas Aliansi Non-Blok. Meski Non-Blok, namun Soekarno sedang membangun kekuatan sendiri, poros ketiga dunia.

"Dengan cara itu Soekarno bebas mendayung diantara dua blok. KAA adalah strategi diplomasi Indonesia paling cemerlang," jelas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie lewat akun Twitterinya, @grace_net dengan tagar #SolidaritasDuniaBaru, Senin (20/4/2015).

Karena itu, muncul pertanyaan apakah peringatan KAA ke-60 sekarang ini masih relevan. Dunia tidak sama lagi secara geopolitik. "Asia tidak lagi terjajah, bahkan Asia adalah raksasa ekonomi yang ditopang dengan bonus populasi," ucapnya.

Dia menjelaskan, arus China dan India menghempas deras dari utara. Dari selatan, Australia telah merumuskan China adalah ancaman nasional dari utara. Di utara masih ada Korsel dan Taiwan. Juga Singapura dan Malaysia yang berbatasan langsung dengan Indonesia yang juga sedang maju.

"Sang Paman Sam meski sedang batuk dan berutang, namun masih punya kekuatan militer yang besar untuk menjaga (kepentingannya) di Asia-Pasifik," ungkapnya.

Meski begitu, dia menilai KAA tetap relevan jika Indonesia menggunakan momentum ini. Sebagai bentuk solidaritas dunia baru, Indonesia harus menjadikan peringatan KAA ke-60 menjadi pengikat rasa solidaritas Asia-Afrika, dengan memastikan pertumbuhan ekonomi di Asia akan dirasakan hingga ke Afrika sebagai mitra benua.

"Dari podium itu juga, atas mandat UUD 1945. Desakkan kemerdekaan Palestina sebagai wujud komitmen kita pada dunia," tegasnya.

Untuk Indonesia, dia mengingatkan, pemerintah harus mengumumkan pada dunia, tentang rencana Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Dan ini adalah "core national interest" yang harus dihormati bangsa-bangsa lain. Sebagaimana Soekarno dulu menjadikan KAA sebagai momentum untuk membangun poros ketiga dunia.

"Tanpa itu KAA hanyalah reuni tanpa makna. Kembali ke laut adalah kembali ke pangkuan IBU," demikian Grace Natalie menutup kultwitnya.
(kri)
Berita Terkait
Peringatan Konferensi...
Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-67 di Bandung
Peringatan Konferensi...
Peringatan Konferensi Asia Afrika, Merawat Sejarah Perdamaian Dunia
Megawati Usulkan Konferensi...
Megawati Usulkan Konferensi Asia–Afrika Plus, untuk Apa?
Di Peringatan 70 Tahun...
Di Peringatan 70 Tahun KAA, Megawati: Saya Akan Kejar Gelar Akademik Soekarno
Peringatan Konferensi...
Peringatan Konferensi Asia Afrika Bandung, Momen Kebangkitan Pasca Pandemi
Dubes Al Busyra Basnur...
Dubes Al Busyra Basnur Ingatkan Semangat Konferensi Asia Afrika
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved