Insiden F-16, DPR Cek Kelayakan Pesawat Tempur TNI
Jum'at, 17 April 2015 - 14:38 WIB
Insiden F-16, DPR Cek Kelayakan Pesawat Tempur TNI
A
A
A
JAKARTA - Komisi I DPR segera memanggil sejumlah pihak terkait insiden kecelakaan pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) jenis F-16 bernomor register TS 1643 saat lepas landas di runway 06 di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Wakil Komisi I Tantowi Yahya mengatakan, selain akan menanyakan mengenai terbakarnya pesawat F-16, pihaknya juga menanyakan kondisi sejumlah pesawat tempur yang dimiliki setiap matra di TNI.
"Kalau sempat sebelum reses, kalau tidak, nanti setelah reses kita akan panggil," ujar Tantowi kepada Sindonews melalui sambungan telepon, Jumat (17/4/2015).
Politikus Partai Golkar ini mengaku belum mendapatkan penjelasan rinci dari pihak TNI mengenai penyebab terbakarnya pesawat tempur F-16. Maka itu pihaknya di Komisi yang membidangi pertahanan ini ingin memastikan apakah insiden tersebut disebabkan human error atau faktor alutsista tidak layak terbang.
"Penyebabnya kan selalu dua, kalau tidak karena si pilot, ya karena kondisi pesawat apakah dia layak terbang atau tidak. Itu harus diklarifikasi dulu seperti apa," tandasnya.
Wakil Komisi I Tantowi Yahya mengatakan, selain akan menanyakan mengenai terbakarnya pesawat F-16, pihaknya juga menanyakan kondisi sejumlah pesawat tempur yang dimiliki setiap matra di TNI.
"Kalau sempat sebelum reses, kalau tidak, nanti setelah reses kita akan panggil," ujar Tantowi kepada Sindonews melalui sambungan telepon, Jumat (17/4/2015).
Politikus Partai Golkar ini mengaku belum mendapatkan penjelasan rinci dari pihak TNI mengenai penyebab terbakarnya pesawat tempur F-16. Maka itu pihaknya di Komisi yang membidangi pertahanan ini ingin memastikan apakah insiden tersebut disebabkan human error atau faktor alutsista tidak layak terbang.
"Penyebabnya kan selalu dua, kalau tidak karena si pilot, ya karena kondisi pesawat apakah dia layak terbang atau tidak. Itu harus diklarifikasi dulu seperti apa," tandasnya.
(kur)