Politikus Golkar Fahmi Idris Luncurkan Dua Buku

Jum'at, 17 April 2015 - 06:29 WIB
Politikus Golkar Fahmi...
Politikus Golkar Fahmi Idris Luncurkan Dua Buku
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Golkar Fahmi Idris meluncurkan dua buku berjudul "Saudagar dalam Lintasan Sejarah Politik Indonesia" dan "Konflik Interpretasi Konstitusi".

Tokoh politik lainnya ikut hadir dalam peluncuran tersebut seperti Ginanjar Kartasasmita, Wiranto, Sutrisno Bachir, hingga Irman Gusman.

Dua buku tersebut tidak diselesaikan bersamaan. Buku "Saudagar Dalam Lintasan Sejarah Politik Indonesia" diselesaikan pada tahun 2014. Sementara buku "Konflik Interpretasi Konstitusi" diselesaikan tak lama setelah Presiden Abdurrahman Wahid digantikan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.

"Naskah buku ini sempat tersimpan cukup lama karena saya memperoleh kepercayaan menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu," kata Fahmi Idris dalam keterangan tertulis kepada wartawan, di Jakarta, Kamis 16 April 2015.

Tentang buku "Konflik Interpretasi Konstitusi" berawal dari catatan Fahmi Idris sebagai politisi yang mengalami dan melihat langsung dalam dinamika politik praktis dan komflik interpretasi konstitusi pascarezim Soeharto.

Di era Presiden BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sekarnoputri merupakan masa-masa ketika reformasi diwarnai dinamika yang tinggi.

"Kehidupan politik sangat riuh. Ratusan partai politik didirikan. Konflik interpretasi konstitusi pun terjadi, baik antara pemerintah dan parlemen, yang dilatarbelakangi interest masing-masing," ungkapnya.

Gagasan amandemen terhadap UUD digulirkan, juga gagasan penghapusan lembaga negara yang kurang diperlukan dan pendirian lembaga negara baru, seperti Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengatasi konflik terkait konstitusi.

Sementara buku "Saudagar Dalam Lintasan Sejarah Politik Indonesia", kata dia, realita bahwa dalam kontestasi menduduki jabatan politik, kaum saudagar memiliki peluang lebih besar daripada kaum lainnya yang tidak memiliki cukup kemampuan finansial.

"Buku ini diharapkan dapat menambah khasanah dokumentasi tertulis tentang kontribusi saudagar dalam perjuangan meraih, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan RI," ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved