Stengel Kagum Perkembangan Media di Indonesia

Kamis, 16 April 2015 - 08:31 WIB
Stengel Kagum Perkembangan...
Stengel Kagum Perkembangan Media di Indonesia
A A A
JAKARTA - Pesatnya perkembangan media massa di Indonesia menarik perhatian Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Urusan Diplomasi Publik Amerika Serikat (AS) Richard Stengel.

Dalam survei kecil-kecilan yang dia lakukan dalam sebuah acara, menurut Stengel, masyarakat Indonesia kini lebih senang untuk menggali informasi di media massa melalui internet. Kenyataan ini membuat Stengel mengernyitkan dahi karena hanya beberapa persen saja yang memilih media cetak seperti koran dan majalah. Padahal sebelum menjabat sebagai wamenlu, Stengel pernah menduduki posisi strategis sebagai managing editor TIME untuk desk domestik dan internasional pada 2006-2013.

”Di internet semua berita dan informasi tersedia, namun para pengguna internet harus cerdas dalam memilah informasi,” tuturnya saat diskusi bertema Democratization of Information: Opportunities in a Changing Media Landscape dengan para wartawan dan mahasiswa di @america Pasific Place, Jakarta, kemarin. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi berita yang terlambat karena semua dapat diberitakan saat kejadian terjadi dengan adanya citizen journalism atau jurnalisme warga.

”Jurnalisme warga itu sangat kuat dan penting karena langsung dari saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Jadi jangan ragu untuk terlibat menjadi jurnalis warga karena Anda akan menjadi bagian dari sejarah yang akan dikenang di masa depan,” jel a s ny a . S e l a i n j u r - nalisme warga, p e ran media sosial untuk mencari b e r i t a pun kini menjadi pil i h a n masyarakat. Namun, jangan sampai pengaruh media sosial juga mempengaruhi sikap dan perilaku individu.

”Media memang tumbuh dengan cepat dan kita harus terus mengikutinya, tapi kita juga harus selalu bertanggung jawab terhadap media sosial dan berita yang kita pilih,” katanya. Menjabat sebagai wamenlu sejak 14 Februari 2014, Stengel memiliki peran strategis dalam urusan diplomasi publik di Kementerian Luar Negeri AS. Dia juga membawahi Biro Pendidikan dan Kebudayaan, Program Informasi Internasional, Hubungan Masyarakat, dan Pusat Komunikasi Strategi Terorisme.

Sebelum menjadi managing editor TIME , Stengel adalah presiden dan chief executive officer (CEO) Pusat Konstitusi Nasional diPhiladelphia mulai2004-2006. Dia juga menulis sejumlah buku. Salah satu yang mengangkat namanya yaitu buku autobiografi yang ditulis bersama Nelson Mandela berjudul Mandela: Long Walk to Freedom.

Buku lainnya yang terkenal yaitu Mandela Way and January Sun: One Day, Three Lives, A South African Town. Pria kelahiran Mei 1955 ini pernah menerima penghargaan Emmy pada 2012 untuk karyanya sebagai produser eksekutif film dokumenter TIME, yakni Beyond 9/11: Portraits of Resilience.

Ananda nararya
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Breaking News: Noel...
Breaking News: Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Ini Respons Menteri Imipas Agus Andrianto
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved