PDIP Tetapkan Tiga Skema Calon Pilkada

Senin, 13 April 2015 - 12:56 WIB
PDIP Tetapkan Tiga Skema...
PDIP Tetapkan Tiga Skema Calon Pilkada
A A A
SANUR - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah menetapkan tiga skema atau klusterisasi daerah-daerah dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada).

Tiga kluster itu adalah daerah basis, daerah peperangan, dan daerah lawan. ”Dengan tiga kluster itu, sekaligus kita buat mekanisme dalam menentukan mitra koalisi di pilkada, mana yang harus kita di nomor satu, mana daerah yang kita bisa fleksibel antara nomor satu dan dua, dan daerah yang memang hanya memungkinkan kita di nomor dua,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Sanur, Bali, kemarin.

Hasto menjelaskan, untuk skema atau kluster pertama yakni daerah basis, sudah menjadi ketentuan harus mengusung kadernya di nomor satu. Klasifikasi daerah basis adalah daerah yang punya kursi DPRD di atas 20%, punya basis pemilih tradisional, dan incumbent adalah kader PDIP. ”Di pilkada serentak 2015 ini yang masuk dalam kluster ini ada 59 kabupaten/kota dan tiga provinsi. Di daerah-daerah itu kita mengusung kader menjadi orang nomor satu,” sebutnya.

Adapun kluster daerah peperangan, kata Hasto, klasifikasinya adalah daerah yang punya kursi DPRD antara 10- 19% dan wakil incumbentadalah kader. Dalam skema ini sudah tentu PDIP harus punya mitra koalisi untuk menentukan bagaimana komposisi pengajuan calon.

Sementara kluster tiga yakni daerah lawan, alternatif bagi PDIP adalah berkoalisi untuk menempatkan kader di nomor dua. Jika tidak memungkinkan, PDIP mendukung calon yang kuat dengan syarat dan kontrak politik. Fungsionaris DPP PDIP Arif Wibowo mengatakan, dalam upaya pemenangan pilkada, partainya tetap menjadikan mesin partai sebagai faktor utama.

Meski demikian, faktor figur juga tetap menjadi pertimbangan. ”Untuk sumber suara kandidat, dari mesin partai kita targetkan antara 40-60% suara. Bahkan untuk daerah basis, 70% kita target dari mesin partai,” katanya.

Rahmat sahid
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved