Penangkapan Kader PDIP Bukti Tak ada Pelemahan KPK
Jum'at, 10 April 2015 - 19:30 WIB
Penangkapan Kader PDIP Bukti Tak ada Pelemahan KPK
A
A
A
JAKARTA - Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kader PDIP Adriansyah merupakan bukti tidak ada pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK masih bekerja melakukan pemberantasan korupsi.
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR Johnny G Plate mengatakan pihaknya mendukung KPK untuk terus bekerja pada fungsinya. Dia percaya bahwa tindakan penegakan hukum terkait dugaan suap yang menjerat Adriansyah akan benar-benar diproses secara hukum.
"Ini bukti bahwa tidak ada usaha pelemahan terhadap KPK yang selama ini didengungkan. KPK jalankan tugas-tugasnya, dan KPK beri bukti bahwa mereka menjadi ujung tombak dalam pemberantasan korupsi," ujar Johnny di sela-sela acara Seminar Otonomi Daerah di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Namun Johnny tidak sepaham OTT KPK dikaitkan dengan unsur politis, meskipun terjadi saat PDIP menggelar kongres. "Kalau kita sebut politik nanti KPK digiring ke politik. Kita semua paham bahwa KPK harus bebas dari kepentingan politik dan independen sesuai undang-undang acuan kerja KPK," papar Johnny.
Penangkapan Adriansyah, kata Johnny, merupakan salah satu dari dua rudal yang sedang menghantam DPR. Satu lainnya mengenai aksi baku hantam antara Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Muljadi dengan anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mustofa Assegaf, merupakan rudal yang menimpa DPR.
Dua rudal itu membuat citra DPR kembali menurun. "Kita harus lihat bahwa kejadian ini saat lembaga DPR berjuang dan berusaha kembalikan martabat dan marwah yang selama ini dianggap turun jauh. DPR sekarang mau mengangkatnya. Namun sayang dua kejadian ini jatuhkan ke tingkat nadir dan jadi tugas berat mengangkat marwah dan citra DPR," tandasnya.(ico)
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR Johnny G Plate mengatakan pihaknya mendukung KPK untuk terus bekerja pada fungsinya. Dia percaya bahwa tindakan penegakan hukum terkait dugaan suap yang menjerat Adriansyah akan benar-benar diproses secara hukum.
"Ini bukti bahwa tidak ada usaha pelemahan terhadap KPK yang selama ini didengungkan. KPK jalankan tugas-tugasnya, dan KPK beri bukti bahwa mereka menjadi ujung tombak dalam pemberantasan korupsi," ujar Johnny di sela-sela acara Seminar Otonomi Daerah di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Namun Johnny tidak sepaham OTT KPK dikaitkan dengan unsur politis, meskipun terjadi saat PDIP menggelar kongres. "Kalau kita sebut politik nanti KPK digiring ke politik. Kita semua paham bahwa KPK harus bebas dari kepentingan politik dan independen sesuai undang-undang acuan kerja KPK," papar Johnny.
Penangkapan Adriansyah, kata Johnny, merupakan salah satu dari dua rudal yang sedang menghantam DPR. Satu lainnya mengenai aksi baku hantam antara Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Muljadi dengan anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mustofa Assegaf, merupakan rudal yang menimpa DPR.
Dua rudal itu membuat citra DPR kembali menurun. "Kita harus lihat bahwa kejadian ini saat lembaga DPR berjuang dan berusaha kembalikan martabat dan marwah yang selama ini dianggap turun jauh. DPR sekarang mau mengangkatnya. Namun sayang dua kejadian ini jatuhkan ke tingkat nadir dan jadi tugas berat mengangkat marwah dan citra DPR," tandasnya.(ico)
(kur)